comscore

Buat Desain Pembelajaran Penjurnalan yang Mudah, Dosen FEB Unsoed Raih Doktor di UGM

Renatha Swasty - 08 Juni 2022 10:07 WIB
Buat Desain Pembelajaran Penjurnalan yang Mudah, Dosen FEB Unsoed Raih Doktor di UGM
UGM Ilus - DOK UGM
Jakarta: Mahasiswa Prodi Doktor Ilmu Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Uswatun Hasanah, berhasil meraih gelar doktor. Dia menerima gelar doktor usai mempertahankan disertasi berjudul Pendekatan Perancah dalam Pembelajaran Penjurnalan Transaksi Bisnis Berdasarkan Cognitive Load Theory pada Pembelajaran Awal Akuntansi di ujian terbuka promosi doktor FEB UGM, Selasa, 7 Juni 2022. 

Dosen FEB Unsoed Purwokerto ini mengatakan penjurnalan merupakan tugas kompleks bagi pembelajar awal akuntansi karena melibatkan serangkaian langkah termasuk analisis transaksi terbatas maupun diperluas. Penelitiannya bertujuan menguji desain pembelajaran penjurnalan menggunakan perancah persamaan akuntansi yang dapat meningkatkan pemahaman penjurnalan. 
Data diperoleh menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan bantuan Learning Management System (LMS). Uswatun menuturkan penelitian ini memberikan tiga kontribusi, yaitu praktik, teori, dan kebijakan. 

Dia menjelaskan kontribusi pada praktik, penelitian ini diharapkan mampu mendesain perancah alternatif untuk meningkatkan pemahaman tentang penjurnalan menggunakan persamaan akuntansi berbasis aljabar. Persamaan ini memungkinkan pengenalan transaksi kompleks yang melibatkan elemen laporan posisi keuangan dan laba rugi secara rasional sehingga pembelajar akuntansi tidak perlu lagi menghafal aturan tertentu dalam penjurnalan.

Uswatun mengatakan penggunaan persamaan akuntansi berbasis aljabar sebagai perancah bisa menjadi suatu inovasi baru dalam pembelajaran mata kuliah Akuntansi Pengantar yang efektif. Dampaknya bagi mahasiswa menjadi lebih mudah mengingat materi persamaan akuntansi dasar yang dijelaskan sehingga mereka tidak akan mengalami kesulitan dalam mempelajari mata kuliah akuntansi lanjutan. 

“Efektivitas dalam pandangan CLT adalah bagaimana penguasaan konten penting dan dalam proses penguasaan suatu keahlian. Kinerja individu dapat berupa perubahan terukur dalam jumlah, tarif, frekuensi, atau kompleksitas kualitatif dari struktur pengetahuan,” papar dia. 

Uswatun menjelaskan persamaan akuntansi berbasis aljabar menawarkan pemahaman yang mengurangi muatan kognitif menurut CLT dengan menempatkan “Biaya” sebagai penggunaan dana/kapital/aplikasi dan “Pendapatan” sebagai sumber dana/kapital. Penggunaan persamaan akuntansi berbasis aljabar sebagai perancah dapat membantu pembelajar dalam mengonstruksi pemahaman penjurnalan.

Berdasarkan hasil uji efek perancah penggunaan persamaan akuntansi berbasis aljabar dalam pembelajaran penjurnalan ternyata mampu membantu pembelajar memahami dan juga mengingat materi yang telah dijelaskan, tidak berbeda dengan penggunaan perancah persamaan akuntansi standar. Hal ini dikarenakan telah terjadi pembentukan skema dalam memori jangka panjang. 

“Pemangku kepentingan dapat mempertimbangkan untuk menggunakan metoda pengajaran dan atau buku teks yang memuat persamaan akuntansi berbasis aljabar karena terbukti tidak berbeda dalam hal efektivitas pembelajaran dengan persamaan standar, khususnya apabila digunakan sebagai perancah penjurnalan,” ujar dia. 

Baca: Fakultas Peternakan UGM Tambah Satu Guru Besar


(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id