Lab UGM Dibuka Khusus untuk Mahasiswa Tingkat Akhir

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 Juni 2020 22:03 WIB
    Lab UGM Dibuka Khusus untuk Mahasiswa Tingkat Akhir
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) mulai membuka laboratorium untuk praktikum secara bertahap. Sementara ini, lab hanya bisa digunakan untuk mahasiswa yang sedang mengerjakan tugas akhir.

    "Kami membuka laboratorium yang kami utamakan untuk mahasiswa S3 yang memang membutuhkan riset-riset untuk penyelesaian disertasi, S2 yang memerlukan riset-riset untuk tesisnya, S1 tingkat akhir yang skripsinya memerlukan pekerjaan di laboratorium,” terang Panut dalam dalam Live Instagram @osc_medcom.id, Selasa, 23 Juni 2020.

    Mantan Dekan Fakultas Teknik ini memastikan protokol kesehatan pencegahan virus korona (covid-19) diberlakukan dengan ketat. Mulai dari masuk kampus dan lab, hingga pembatasan orang yang bisa berada di lab dalam waktu bersamaan.

    "Ada rumusnya bagaimana seseorang masuk ke kampus, itu ada prosedurnya masuk ke lab. Di lab setiap saat siapa yang ada di situs, dari jam berapa sampai jam berapa," ujarnya.

    Baca: Kampus Diizinkan Buka Lab, Tapi Terapkan Protokol Kesehatan

    Ia menyatakan kegiatan pembelajaran yang memang membutuhkan fasilitas lab akan diakomodasi. Sementara pembelajaran lainnya tetap secara daring.

    "Untuk yang bisa dilakukan secara daring itu kami lakukan secara daring, tapi untuk pekerjaan harus masuk lab, yah kami atur dengan sebaik-baiknya," tuturnya.

    Sebelumnya, Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nizam menyatakan kampus boleh membuka laboratorium untuk kegiatan mahasiswa. Namun, laboratorium hanya untuk penelitian tugas akhir atau praktikum yang tak bisa digantikan.

    "Ini yang sedang skripsi, tesis, disertasi bisa menggunakan laboratorium dengan protokol ketat, demikian pula praktik yang tidak tergantikan, bengkel misalnya," kata Nizam dalam webinar Sabtu, 20 Juni 2020.

    Kampus yang membuka laboratorium juga diminta menyediakan nomor fasilitas kesehatan yang ada. Hal ini agar ada penanganan cepat manakala dibutuhkan.

    "Akses layanan kesehatan,  gugus tugas. Juga ada perubahan status jika ada yang PDP (Pasien dalam Pengawasan)," ucap Nizam.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id