Rektor UB Minta Wacana Jam Kuliah Mundur Dikaji Ulang

    Daviq Umar Al Faruq - 04 Februari 2020 18:17 WIB
    Rektor UB Minta Wacana Jam Kuliah Mundur Dikaji Ulang
    Rektor Universitas Brawijaya (UB), Nuhfil Hanani. Foto: Medcom.id/Daviq Umar Al faruq
    Malang:  Rektor Universitas Brawijaya (UB), Nuhfil Hanani menolak usulan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk memundurkan jadwal kuliah.  Usulan tersebut disampaikan sebagai salah satu solusi mengatasi kemacetan di wilayah tersebut.

    Sebelumnya Wali Kota Malang, Sutiaji, menyarankan sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang untuk memundurkan jam pertama kuliah pada pukul 07.00 WIB menjadi pukul 09.00 WIB.

    "Kalau disuruh memundurkan jadwal perkuliahan pukul 09.00 WIB saya tidak bersedia. Karena dari peraturan pemerintah Kemepan-RB kami diperintah masuk pukul 07.00 WIB," katanya, Selasa 4 Februari 2020.

    Nuhfil menjelaskan, jam kerja dosen di kampusnya sesuai aturan yang berlaku dimulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB.  Sehingga bila jam dimundurkan akan berdampak pada jam selesai kerja dosen.

    "Kalau ini diundur pasti pulangnya juga akan mundur. Jadi saya menyarankan disurvei yang baik untuk lalu lintas segala macamnya, basisnya ilmiah," ujarnya.

    Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji meninjau langsung kondisi lalu lintas di Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Kota Malang, Jawa Timur, Senin 3 Februari 2020.  Tinjauan ini untuk menindaklanjuti keluhan dari masyarakat terkait kemacetan lalu lintas yang selalu terjadi di kawasan tersebut.

    Nuhfil menilai kemacetan di Jalan Suhat (Soekarno Hatta) yang berdekatan dengan kampus UB tersebut akibat rekayasa lalu lintas yang baru saja diberlakukan.  Sehingga pengendara masih kaget.

    "Yang dari barat tidak boleh lurus dibelokkan ke Soekarno Hatta.  Dari Soekarno Hatta muter di depannya Krida Budaya, numpuk kan di situ. Jadi kemarin yang membuat macet itu orang-orang kaget, karena semuanya dijalankan di situ. Bukan karena jam kuliah jam 07.00 WIB," jelasnya.

    Oleh karena itu, UB menyarankan Pemkot Malang meninjau terlebih dahulu apabila hendak mengeluarkan kebijakan terkait lalu lintas, mulai dari volume lalu lintas dan penyebab kemacetan.

    "Disurvei dengan bagus segala macamnya supaya menjadi komprehensif. Kedua tidak melanggar yang lain. Kalau jam ini dimajukan jam 07.00, kan kita diperintahkan jam 07.00 WIB masuk, begitu logikanya," pungkasnya.

    Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bakal berkoordinasi dengan sejumlah perguruan tinggi untuk mengatasi kemacetan di Kota Malang, Jawa Timur. Sebab, banyaknya mahasiswa di Kota Malang dinsinyalir menjadi penyebab kemacetan.

    Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, titik yang mendapat perhatian utama yakni di Jalan Soekarno Hatta (Suhat), Lowokwaru, Kota Malang. Kondisi lalu lintas di Jalan Suhat terutama di sekitaran jembatan membutuhkan perhatian khusus dari berbagai pihak.

    "Salah satunya dari para rektor khususnya di perguruan tinggi yang mahasiswanya banyak mengakses jalan ini. Kami berharap agar secepatnya dapat kita lakukan rapat koordinasi untuk membahas permasalahan ini," katanya, Senin 3 Februari 2020.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id