Selasar RSUA Bakal Disulap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19

    Arga sumantri - 18 Mei 2020 14:23 WIB
    Selasar RSUA Bakal Disulap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19
    Penampakan selasar RS Unair yang akan diubah menjadi ruang isolasi pasien covid-19. Foto: Dok Humas ITS
    Surabaya: Institus Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) tengah merancang konversi ruang selasar RSUA menjadi ruang isolasi resmi untuk pasien terinfeksi virus korona (covid-19). Langkah ini ditempuh sebagai bentuk antisipasi atau kesiapsiagaan dalam menghadapi kemungkinan meningkatnya jumlah pasien covid-19.

    Anggota tim desain dari Tim Satgas Covid-19 ITS, Thomas Ari Kristianto menyampaikan, rencana konversi ruang selasar RSUA menjadi ruang isolasi telah dirancang sejak akhir Maret. Saat ini, rancangan desain masih dalam tahap revisi karena perlu banyak penyempurnaan. 

    "Perlu dipahami, bahwa secara arsitektur dan interior, teknis membuat ruang isolasi itu tidak mudah, desain juga harus disesuaikan dengan fungsi perangkat medis yang harus terpenuhi," kata Thomas melansir laman ITS, Senin, 18 Mei 2020. 

    Thomas menjelaskan, pemilihan ruang selasar yang akan dikonversi menjadi ruang isolasi memiliki beberapa kelebihan dan tantangan. Ruang yang tersedia, secara struktur arsitektur adalah selasar di eksisting arsitektur RSUA. 

    "Layout ruang ini juga relatif bisa terpisah dengan ruang-ruang pasien regular lainnya, sehingga sesuai sebagai konsep ruang isolasi," ujar dosen Desain Interior ITS.

    Selasar RSUA Bakal Disulap Jadi Ruang Isolasi Pasien Covid-19
    Konsep ruang isolasi tambahan di RS Unair, Surabaya. Dokumentasi Humas ITS

    Tantangannya, lanjut Thomas, selasar tidak didesain untuk ruang kesehatan, sehingga tidak memiliki sistem Heating Ventilation and Air-Conditioning (HVAC) sesuai standar. Ruang selasar juga tidak memiliki sistem perpipaan dan kelistrikan. 

    "Lebih dari itu, selasar eksisting tidak didesain memiliki kamar mandi, suplai air bersih, dan pembuangan air kotor. Karenanya, rancangan ini harus didesain cukup konkret," ungkapnya.

    ?Baca: ITB Ciptakan APD yang Bisa Dipakai Ulang

    Selain harus efisien dan ekonomis untuk dibangun, kamar-kamar di selasar ini harus memiliki nilai estetika yang memadai. Hal ini bisa membantu membuat pasien dan tenaga medis tenang serta nyaman. Jadi, kata dia, komposisi warna, elemen estetis, material, dan pencahayaan dicoba untuk lebih memperhatikan psikis pengguna. 

    "Istilahnya user oriented design, walaupun aspek teknis memang sangat menonjol di sini," ungkapnya.

    Thomas menuturkan rencana konversi ruang selasar RSUA menjadi ruang isolasi ini juga membutuhkan dukungan secara sistem tata ruang udara. Thomas bekerja sama dengan dosen dari Teknik Fisika ITS yakni Dhany Arifianto. 

    "Perlu diketahui, sistem tata udara ruang isolasi adalah salah satu unsur terpenting, tekanan udara harus selalu dijaga negatif agar dapat mengisolasi persebaran mikroorganisme," ujarnya.

    Thomas berharap upaya ini dapat menjadi pegangan bagi instansi kesehatan, khususnya RSUA dalam menghadapi pandemi covid-19. Ia juga berharap jumlah pasien covid-19 tidak terus menungkan dan ruang isolasi yang disipakan ITS-Universitas Airlangga cukup menampung pasien.

    (AGA)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id