Kemendikbud Bebaskan Kampus Pilih Aplikasi Kuliah Daring

    Ilham Pratama Putra - 23 Maret 2020 11:26 WIB
    Kemendikbud Bebaskan Kampus Pilih Aplikasi Kuliah Daring
    Ilustrasi. Foto: Medcom.id
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta setiap universitas mengoptimalkan penggunaan Learning Management System (LMS) saat menggelar kuliah daring. Berbagai pilihan aplikasi untuk belajar daring baik milik pemerintah maupun swasta dapat dipilih, ini dipercaya efektif untuk menggantikan kuliah tatap muka.

    Plt. Kepala Biro Kerja Sama dan Humas, Kemendikbud, Ade Erlangga Masdiana menyebut pihaknya telah melakukan sosialisasi pemanfaatan LMS untuk pembelajaran daring. Aplikasi kuliah daring pun bebas dipilih, baik yang dikembangkan Kemendikbud seperti https://spada.ristekdikti.go.id maupun pengembang swasta.

    Sosialisasi itu sudah disampaikan Ade dalam konferensi video atau webinar dengan seluruh perguruan tinggi se-Indonesia, Jumat, 20 Maret 2020.  “Pada konferensi video tersebut, beberapa perguruan tinggi membagi kisah sukses pembelajaran secara daring,” terang Ade, Senin, 23 Maret 2020.

    Baca juga:  Raih Doktor di Tengah Korona, Sidang Pun via Live Streaming

    Merespons instruksi ini, Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Ganefri menyebut pihaknya telah fasih dalam menggunakan LMS. Bahkan di UNP penerapan LMSdengan berbagai pilihan aplikasi sudah berjalan dua tahun.

    "Perkuliahan praktik diganti dengan penugasan atau proyek. Sedangkan pertemuan, seminar, konferensi yang melibatkan banyak dosen dan mahasiswa ditangguhkan sementara," kata Ganefri.

    Dia menyebut, perkuliahan LMS telah sebanding dengan perkuliahan tatap muka di UNP.  "Dosen dapat berinovasi mengembangkan fasilitas pembelajaran lainnya menggunakan aplikasi dan teknologi yang tersedia, seperti YouTube, WhatsApp (WA) group, dan sebagainya," ujarnya.

    Terpisah, Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Komarudin menyebut LMS juga telah berjalan baik di kampusnya. Bahkan belum ditemukan kendala yang berarti sepanjang siswa kuliah daring untuk pencegahan penyebaran virus Korona belakangan ini.

    "Faktor pendukungnya dikarenakan secara riil terdapat beberapa mata kuliah dan program studi yang telah melaksanakan perkuliahan daring atau pembelajaran jarak jauh," tambah Komarudin.

    Serupa dengan UNP, dosen UNJ juga menggunakan ragam aplikasi belajar daring dan menyesuaikan platform yang digunakan sesuai dengan kebutuhan mengajarnya.

    Ada yang menggunakan Google Classrooom, ada yang pake Zoom, ada yang pakai LMS (learning management system) yang biasa digunakan, ada juga yang pakai WA saja juga ada itu. WA group mereka jalan juga," ujar Komarudin.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id