Banyak Dikritik, Pakar Sinema Unair: Itu 'Keberhasilan' Film Tilik

    Citra Larasati - 31 Agustus 2020 09:54 WIB
    Banyak Dikritik, Pakar Sinema Unair: Itu 'Keberhasilan' Film Tilik
    Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UNAIR, Igak Satrya Wibawa. Foto: Dok. Unair
    Jakarta:  Karakter Bu Tejo yang cerewet, judes, dan ceplas-ceplos telah berhasil membuat Film Tilik mendapat 17 juta viewers atau penonton YouTube.  Namun, viralnya film yang disutradai oleh Wahyu Agung Prasetyo itu malah memunculkan beragam kritik dari masyarakat.

    Banyak yang menganggap bahwa film tersebut melanggengkan stereotip bahwa perempuan memiliki kebiasaan sebagai tukang gosip, mengandung misoginis, dan tidak memiliki pesan moral yang bermutu. Melihat hal itu, Igak Satrya Wibawa, Dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) memberikan tanggapannya.

    Dosen mata kuliah Kajian Sinema itu justru melihat, beragam kritik tersebut telah berhasil memancing kesadaran masyarakat akan persoalan stereotip dan posisi lemahnya perempuan dalam budaya patriarki yang masih banyak terjadi dan belum tuntas. Kesadaran akan hal itu perlu dipancing yang salah satunya melalui sebuah karya film.

    “Ada konsep dan penggambaran tentang perempuan yang perlu dipertanyakan dan menarik untuk didiskusikan dalam film Tilik. Hal itulah yang justru patut diapresiasi dari sisi yang berbeda, karena konsep itu berhasil menjadi sebuah lokasi dialektika,” terang Igak dalam siaran persnya, Senin, 31 Agustus 2020.

    Baca juga:  Wawancara Eksklusif Sutradara Film Tilik yang Heboh di Media Sosial

    Lebih lanjut, dosen yang kerap disapa Igak itu menyatakan, bahwa sebuah karya film harus siap untuk dikritik dan diinterpretasikan atau dibaca maknanya oleh masyarakat luas secara berbeda-beda. Dalam studi sinema, kritik adalah bagian dari pembacaan sebuah film yang bagus untuk menunjukkan bahwa penonton tidak hanya berperan sebagai penikmat saja, namun mereka juga memerhatikan dengan baik dan mampu merespons sebuah karya.

    Munculnya beragam kritik menurutnya justru secara tidak langsung menunjukkan sebuah ‘keberhasilan’ film Tilik dalam mengusik pemikiran penonton dan memancing kesadaran akan berbagai fenomena masyarakat.

    “Saya tidak dalam posisi membenarkan atau membantah kritik-kritik yang muncul karena setiap individu memiliki konteks dan latar belakang berbeda dalam menafsirkan. Justru saya melihat dialektika yang terjadi menunjukkan ‘suksesnya’ film tersebut dalam mengusik pemikiran penonton, memunculkan banyak pertanyaan, keraguan, kritikan, dan juga pujian dalam waktu yang bersamaan," papar Igak.

    Namun ia menyayangkan, masih banyak orang yang belum bisa menerima kritik film sebagai bagian yang bermanfaat dalam film maker tegasnya.

    Baca juga:  Sutradara Berencana Bikin Kelanjutan Film Tilik

    Secara keseluruhan, Igak menilai bahwa film yang berdurasi sekitar 32 menit itu sangat menarik. karena mampu membangkitkan gelombang kreativitas seperti munculnya meme, stiker Bu Tejo, istilah-istilah baru, dan menjadi perbincangan di berbagai media.

    “Sebagai film pendek, Tilik sebagai sebuah film pendek menunjukkan sebuah proses dialektika yang menarik. Semoga setelah ini banyak orang yang kembali membuat film pendek menarik lainnya,” terangnya.

    Beberapa hari terakhir, media sosial tengah diramaikan dengan salah satu film pendek berjudul Tilik yang diproduksi atas kerja sama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Yogyakarta dengan Racavana Film.  Tagar #Tilik dan #BuTejo pun beberapa hari lalu berhasil menduduki peringkat trending di Twitter.

    Film yang mengambil latar tempat di Yogyakarta itu sendiri bercerita tentang perjalanan ibu-ibu yang hendak tilik atau menjenguk Bu Lurah di rumah sakit kota. Sepanjang perjalanan menaiki truk, Bu Tejo dan ibu-ibu desa lainnya bergunjing tentang Dian, salah satu warga yang masih berstatus lajang. 

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id