Penegakan Disiplin dengan Kekerasan Itu Kuno

    Ilham Pratama Putra - 27 Februari 2020 17:52 WIB
    Penegakan Disiplin dengan Kekerasan Itu Kuno
    Ilustrasi. Foto: MI/Gino Hadi
    Jakarta:  Salah satu tujuan institusi pendidikan salah satunya adalah untuk menegakkan dan menanamkan kedisipilnan kepada peserta didik.  Namun dalam membangun karakter, disiplin itu tak sepatutnya dilakukan dengan pendekatan kekerasan.

    Anggota DPR Komisi X, Ledia Hanifa menyebut cara pendisiplinan lewat kekerasan sudah tak relevan dengan perkembangan zaman.  Proses pendidikan kekinian adalah soal bagaimana memberi keteladanan.

    "Prosesnya harus berkaitan erat dengan bagaimana proses pendidikan itu berjalan, soal keteladanan, konsistensi, soal toleransi, soal tertib," kata Ledia kepada Medcom.id, Kamis 27 Februari 2020. 

    Baca juga:  Kebutuhan Psikolog di Sekolah Kian Mendesak

    Pola pikir penegakan disiplin, membangun hubungan, menjaring relasi, hingga menghormati orang dengan cara kekerasan harus segera ditinggalkan. Pihak pertama yang harus menyadari hal ini ialah guru.

    Bagi politisi PKS itu, guru ialah orang yang paling dekat dengan siswa ketika berada di sekolah. Untuk itulah kesadaran guru untuk mencegah kekerasan harus diperkuat.

    "Karena merekalah yang menjadi role model dan teladan di sekolah," ujarnya.

    Selanjutnya, dia menyorot kegiatan siswa.  Menurut Ledia, semua kegiatan sekolah wajib mendapat pendampingan.

    "Artinya mereka yang terlibat dalam kegiatan sekolah, tapi sebenarnya mereka bukan guru bukan tenaga pendidik, itu harus ada pendampingan dari guru atau tenaga pendidik. Enggak boleh dilepas gitu saja," jelas dia.

    Baca juga:  Pencegahan Kekerasan di Sekolah Tak Perlu Bentuk Tim

    Menurutnya buka ia tak percaya. Namun Ledia menginginkan jaminan atas seluruh kegiatan siswa. Seluruh proses pendidikan yang sudah dibangun di sekolah tidak rusak karena kekerasan bahkan pelecehan. 

    "Jadi faktor-faktor itu yang harus ditanamkan terus menerus, sehingga semua proses yang ada di sekolah itu, adalah proses yang mengedukasi," tambah Ledia.

    Hak itu dilakukan, agar ke depan, tidak ada lagi kasus kekerasan di sekolah yang terus berulang. "Itu kan harus dipastikan oleh sesama mereka, bukan malah bukan menutupi. Tapi melaporkan agar tak ada korban lain," pungkasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id