Guru Berpeluang Ciptakan Model Ujian Sendiri

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 13 Desember 2019 09:51 WIB
    Guru Berpeluang Ciptakan Model Ujian Sendiri
    Ilustrasi- Siswa mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur di Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/11/2019). ANT/Siswowidodo.
    Jakarta: Kebijakan 'Merdeka Belajar' yang dicetuskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim memberi peluang guru untuk menciptakan model ujian sendiri. Kelak, guru tak lagi hanya menunggu model penilaian dari pusat.

    Terobosan ini memungkinkan karena Nadiem menyerahkan tanggung jawab ujian sekolah sepenuhnya kepada sekolah. Dengan begitu, guru dituntut untuk bisa membuat model hingga soal ujian sendiri.

    "Dia (guru) terpaksa berpikir. Dengan kebebasan itu, dengan kemerdekaan itu, rasa tanggung jawab dan ownership-nya meningkat. Sehingga, dia harus mencari cara sendiri untuk melakukan penilaian tersebut," kata Nadiem pada Rapat Kerja bersama Komisi X, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Desember 2019.

    Meski begitu, Nadiem tak akan memaksa semua sekolah menggunakan ataupun mengkreasikan sendiri model penilaian. Sekolah bisa juga mengambil soal di bank soal ataupun di Kemendikbud.

    "Bagi yang belum siap menggunakan cara-cara penilaian baru, silakan (pakai soal yang sudah disediakan pemerintah). Tidak ada paksaan. Itu adalah hak sekolah," ujarnya.

    Eks bos Gojek ini juga memastikan Kemendikbud akan memberi pendampingan bagi sekolah yang berencana membangun model ujian sendiri. Contoh-contoh model dan penilaian akan tetap disosialisasikan.

    "Kita akan senantiasa memberikan contoh-contoh. Ini loh penilaian yang lebih baik. Ini contoh-contoh dari berbagai sekolah di Indonesia untuk melakukan penilaian yang lebih baik," kata Nadiem.

    Penyerahan sepenuhnya ujian ke sekolah merupakan salah satu dari empat Program Kebijakan Pendidikan Nasional 'Merdeka Belajar' yang dicetuskan Nadiem.

    Tiga program lainnya adalah menghapus Ujian Nasional dan menggantinya dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter; kemudian penyederhanaan Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP); dan penambahan kuota Penerimaan Peserta Didik Baru Zonasi jalur prestasi menjadi 30 persen dari sebelumnya 15 persen.




    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id