Elto, Lidah Elektronik Penguji Kehalalan Produk dari UGM

    Patricia Vicka - 17 Januari 2020 13:19 WIB
    Elto, Lidah Elektronik Penguji Kehalalan Produk dari UGM
    Peneliti Institute of Halal Industry and System (IHIS) UGM Kuwat Triyana sedang menunjukkan 'lidah eletronik' (Elto). Foto: UGM/Dok. Humas
    Jakarta:  Peneliti Institute of Halal Industry and System (IHIS) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kuwat Triyana berhasil mengembangkan lidah elektronik penguji kehalalan produk. Lidah elektronik ini kemudian diberi nama Elto.

    Alat ini multifungsi. Selain bisa menguji kehalalan produk, Elto juga dapat mendeteksi keaslian dan kualitas produk makanan secara cepat dan akurat.

    “Alat ini bisa membuktikan keaslian produk-produk makanan seperti kopi luwak dan zam-zam. Bahkan bisa mendeteksi cepat kandungan narkotika dan lainnya. Tingkat akurasinya mencapai 98 persen,” jelas Kuwat kepada wartawan dalam Konferensi Pers di Laboratorium Fisika Material dan Instrumentasi (Fismatel) Departemen Fisika FMIPA UGM, Jumat, 17 Januari 2020.
     
    Cara kerja alat inipun mudah. Kuwat menjelaskan, sampel produk yang akan dideteksi cukup dilarutkan atau diseduh dengan air atau alkohol.  Selanjutnya ujung larik sensor Elto dicelupkan ke dalam larutan sampel tersebut selama 1-2 menit.

    “Elto Bekerja layaknya lidah kita. Saat ditempelkan benda, Elto bisa menganalisa berbagai macam rasa seperti pahit, asin, asam, manis, dan gurih atau umami,” katanya.
     
    Kemudian data akan diproses oleh Elto. Hasilnya akan disampaikan di layar komputer atau perangkat berbasis android. Tidak hanya bisa mendeteksi keaslian produk, Elto juga mampu mendeteksi kualitas produk.
     
    Misalnya mengetahui kualitas pada teh hitam dan kakao. Elto juga bisa digunakan sebagai detektor kehalalan misalnya gelatin dan kontaminasi dalam produk makanan serta kosmetik.

    Alat ini juga sedang diujikan untuk mampu mendeteksi narkotika yang pengembangannya bekerja sama dengan Mabes Polri.  Kuwat menambahkan, Elto dikembangkan sejak 2016.

    Alat ini dibuat bersama tim mahasiswa dari program pascasarjana Fisika UGM, yakni Shidiq Nur Hidayat, Trisna Julian, dan Aditya Rianjanu.  Elto dibuat dengan komponen utama berupa larik sensor rasa sebagai elektroda kerja, elektroda referensi, sistem akusisi data, dan sistem kecerdasan buatan (AI) yang  dihubungkan ke komputer atau ponsel cerdas Android secara nirkabel.

    Untuk mendukung portabilitas, alat ini menggunakan sumber energi berupa satu baterai litium 3.500 mAH yang bisa bertahan hingga 14 jam untuk penggunaan secara berkelanjutan. Elto dapat terhubung ke jaringan internet sehingga memungkinkan untuk dibawa dan digunakan untuk melakukan tes di berbagai tempat secara langsung berbasis IoT.

    ”Elto adalah lidah elektronik terkecil yang ada hingga saat ini. Kami menghabiskan dana penelitian sekitar Rp200 juta,” kata dosen prodi Fisika UGM ini.

    Saat ini pihaknya sedang mengurus paten Elto. Ia menargetkan tahun ini Elto dapat distandarisasi.  Sehingga Elto bisa diproduksi secara massal tahun 2021. Satu buah Elto akan dihargai kurang dari Rp25 juta per buah.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id