Mau Ambil Jalur Cepat SMK-D2? Begini Caranya

    Citra Larasati - 16 November 2020 09:03 WIB
    Mau Ambil Jalur Cepat SMK-D2? Begini Caranya
    Dirjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud, Wikan Sakarinto. Foto: Zoom
    Jakarta:  Program Jalur Cepat Sekolah Menengah Kejuruan-Diploma Dua (D2) telah diluncurkan.  Untuk bisa mengikuti program tersebut, sekolah dan perguruan tinggi vokasi harus memperhatikan sejumlah ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

    Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemendikbud, Wikan Sakarinto mengatakan, peserta didik Program Jalur Cepat SMK-D2 yang telah menjalankan pendidikan di SMK selama tiga tahun (termasuk praktik kerja lapangan selama enam bulan), dapat secara merdeka memilih meneruskan langsung satu setengah tahun pendidikan di PTV atau perguruan tinggi vokasi (termasuk satu tahun magang).  

    “Skemanya, siswa menempuh enam semester di SMK dan tiga semester menjadi mahasiswa di level pendidikan tinggi, jadi pengalaman bekerja di industri akan lebih banyak,” jelas Wikan, Senin, 16 November 2020.

    Syarat khusus lainnya yaitu, dalam progam jalur cepat ini, kurikulum harus disusun bersama antara SMK, PTV dan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) sejak semester 1- 9.  Selama sembilan semester tersebut, para dosen PTV dan expert DUDI bergabung dengan para guru SMK untuk terjun langsung mengajar para siswa SMK sejak kelas 10 SMK sampai dengan mereka lulus D2 pada semester sembilan. 

    "Capaian pembelajaran selama di SMK, akan diakui (berbobot) sekitar 18 SKS (sudah ditempuh) ketika mengawali masuk ke level pendidikan tinggi di perguruan tinggi vokasi," jelasnya.

    Baca juga:  Jalur Cepat Dibuka, Masuk SMK Lulus Kantongi Ijazah D2

    Lebih lanjut, Wikan menjelaskan, bahwa minimal satu semester saat SMK harus dialokasikan untuk program praktik kerja industri (prakerin). Begitu juga saat di perguruan tinggi, untuk semakin meningkatkan soft skills dan karakter kebekerjaannya, mahasiswa semester delapan dan sembilan dapat mengalokasikan dua semesternya untuk magang di DUDI. 

    Dengan penguatan soft skills dan karakter, maka secara otomatis hard skills-nya juga semakin terasah dan matang. Program magang di semester delapan dan sembilan merupakan program magang yang dilakukan di DUDI maupun dalam program Pembelajaran Industri.

    Yaitu pembelajaran di PTV berbasis produksi atau jasa yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di DUDI. Program ini terinspirasi oleh Dual System yang diterapkan di pendidikan vokasi Jerman, yaitu magang sambil kuliah di industri. 

    Untuk menyelenggarakan program ini, SMK bekerja sama dengan PTV yang memiliki program studi linier. Sehingga dalam empat setengah tahun, peserta didik berhak mendapatkan gelar D2 selain ijazah SMK serta memiliki kompetensi untuk menjadi teknisi atau SDM yang terampil.

    Sebelumnya, Kemendikbud meluncurkan dua program yang menjadi bagian dari Merdeka Vokasi. Kedua program tersebut adalah Fast Track atau Jalur Cepat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)-Diploma Dua (D2) dan Program Peningkatan Prodi Diploma Tiga (D3) menjadi Sarjana Terapan (Diploma Empat).
     
    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan, program ini merupakan terobosan baru yang akan menambah daya tarik pendidikan vokasi.  Selain itu juga dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih kesempatan yang terbaik untuk dirinya, sekaligus memperbesar keterserapan lulusan vokasi oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
     
    Program ini, kata Nadiem, juga memberikan kesempatan kepada pendidikan vokasi untuk mempersiapkan calon tenaga kerja yang andal dan matang. “Melalui program ini, siswa bebas memilih lulus di akhir tahun ketiga atau melanjutkan ke Diploma Dua jalur cepat," kata Nadiem.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id