Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Diluncurkan, Pendaftaran Dibuka 14 Juni

    Arga sumantri - 12 Juni 2021 19:53 WIB
    Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka Diluncurkan, Pendaftaran Dibuka 14 Juni
    Mendikbud Nadiem Makarim. Tangkapan layar YouTube



    Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka bagi para mahasiswa di seluruh Indonesia. Program ini membuka ruang bagi mahasiswa kuliah di perguruan tinggi yang berada di pulau lain.

    Mendikbudristek Nadiem Makarim mengatakan, targetnya 20.000 mahasiswa yang lolos seleksi akan mengikuti program Pertukaran Mahasiswa Merdeka. Peserta dijanjikan mendapat pengalaman berharga.

     



    "Dari pertemuan dan perkenalan tersebut, kalian akan bersama-sama belajar menghargai perbedaan, dan merayakan keberagaman. Semua itu kalian lakukan sambil mengikuti perkuliahan," terang Nadiem secara virtual, Sabtu, 12 Juni 2021.

    Pendaftaran program ini akan dibuka mulai 14 sampai 27 Juni 2021. Pendaftaran bisa dilakukan melalui laman Pertukaran Mahasiswa Merdeka https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/web/pertukaranMahasiswaMerdeka2021.

    Baca: Miris, Sarjana Lulusan Kampus Terbaik se-Asia Melamar Kerja Jadi Pembantu

    Nadiem mengatakan, program ini menjadi peluang bagi mahasiswa memperluas jaringan dengan puluhan ribu mahasiswa dari 288 perguruan tinggi yang sudah mendaftar. Kemudian, dengan berkuliah tatap muka terbatas di tempat tujuan, maka mahasiswa dapat mengeksplorasi keragaman daerah sekaligus berkuliah secara daring untuk mengikuti 5.000 mata kuliah yang ditawarkan ratusan perguruan tinggi

    Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam menambahkan, melalui program ini, para mahasiswa bisa merasakan belajar di universitas lain. Misalnya, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, bisa merasakan belajar di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. 

    "Adik-adik akan mempunyai sahabat-sahabat baru, merasakan suasana perkuliahan yang baru, mempunyai keluarga baru, dan berkenalan dengan sahabat-sahabat, menciptakan persahabatan dari satu kota ke kota lain," ungkap Nizam.

    Nizam juga menjelaskan melalui pertukaran mahasiswa merdeka, mahasiswa bisa belajar perkuliahan mendapatkan sistem kredit semester (SKS) maksimal 20 SKS di perguruan tinggi mitra. Selain itu, akan mendapatkan program pengayaan yang disiapkan oleh ribuan dosen yang berdedikasi penuh untuk membangun softskills, kompetensi, dan semangat kebersamaan.

    Baca: Unhas-Untan Kolaborasi Kembangkan Wilayah Perbatasan Indonesia-Malaysia

    Direktur Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Dwi Larso mengatakan bahwa di era globalisasi ini, lokalitas menemukan maknanya. Oleh karena itu Ia yakin bahwa keberagaman merupakan sumber kreativitas, inovasi, dan keunggulan. 

    "LPDP mendukung program Kemendikbudristek terutama Kampus Merdeka yang menyasar masalah-masalah yang dihadapi kawan-kawan yang ada di program S1," jelas Dwi.

    Mulai 2021, LPDP tidak hanya mendukung program S2 dan S3 tetapi juga program S1 termasuk pendidikan vokasi dan Kampus Merdeka. Pihaknya menyadari bahwa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka adalah program yang ditujukkan untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk meningkatan pengetahuan, skills, dan attitude. 

    "Karena mereka akan menemukan berbagai  pengalaman dan budaya baru. Ini adalah ‘senjata’ teman-teman untuk menghadapi persaingan global ke depan," ucap Dwi Larso. 

    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id