UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Perempuan

    Ferdinand - 15 Oktober 2019 20:56 WIB
    UNS Kukuhkan Dua Guru Besar Perempuan
    Kampus UNS. MI/Ferdinand.
    Solo:  Universitas Sebelas Maret (UNS) mengukuhkan dua guru besar baru di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, 15 Oktober 2019.  Keduanya adalah guru besar perempuan dari dua bidang yang berbeda.

    Mereka adalah Prof. Dr. dr. Yulia Lanti Retno Dewi, M.Si sebagai guru besar bidang Ilmu Gizi pada Fakultas Kedokteran dan Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, S.E., M. Si sebagai guru besar bidang Manajemen Sumber Daya Manusia pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

    Yulia Lanti menyampaikan, pidato pengukuhan Kekurangan iodium dalam Perspektif Ekologi dan Upaya penanggulangannya. Hal itu merupakan hasil penelitiannya selama bertahun-tahun di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

    Di sana dia menemukan, meskipun berbagai upaya penanggulangan mulai dari pemberian suntikan iodium, kapsul iodium, hingga kampanye penggunaan garam beriodium kasus kekurangan bahan pembentuk hormon tiroid itu tetap saja ada. Inilah yang mendorongnya melakukan penelitian secara mendalam dengan menggunakan sudut pandang ekologi.

    "Dalam perspektif ekologi kekurangan iodium adalah akibat interaksi faktor lingkungan fisik, biologik, sosial, dan budaya," katanya.

    Faktor fisik meliputi topografi, penggundulan hutan, curah hujan tinggi, dan erosi. Faktor biologi berupa Escherichia coli, cacing usus, senyawa goitrogenik, pupuk nitrogen, dan anemia zat besi.

    Faktor budaya berupa ketidakacuhan, pertanian, pola makan monoton, dan cara memasak makanan. Terakhir faktor sosial berupa tingkat pendidikan dan kemiskinan.

    "Saya mengusulkan agar upaya penanggulangan kekurangan iodium selain menggunakan suplemen iodium ditambah upaya lain," katanya.

    Seperti pencegahan erosi, penyebar luasan informasi bahan makanan yang dapat memperberat goitrogenik (gondok), memperbaiki kualitas garam, dan membiasakan pola hidup bersih pada anak untuk mencegah cacingan.

    Meski tidak secara langsung berkaitan dengan suplemen iodium, namun dalam perspektif ekologi merupakan bagian penting dalam penanggulangan kekurangan iodium.

    "Saya mengusulkan paradigma baru: iodium kurang ditambah suplemen iodium ditambah upaya lain dalam masyarakat sama dengan iodium cukup," tegasnya.

    Sementara, Hunik Sri Runing Sawitri menyampaikan pidato pengukuhan Komitmen Organisasional, Budaya dan Kinerja Karyawan'.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id