Hari Aksara Internasional 2019

    Sulawesi Selatan Masih Zona Merah Buta Aksara

    Antara - 06 September 2019 13:20 WIB
    Sulawesi Selatan Masih Zona Merah Buta Aksara
    Seorang pegiat literasi sedang mengajarkan seorang ibu rumah tangga membaca, untuk memberantas buta aksara. Foto: Dok. Lentera Pustaka.
    Makassar:  Pelaksanaan Hari Aksara Internasional (HAI) yang secara nasional menunjuk Kota Makassar. Sulawesi Selatan sebagai tempat pelaksanaan acara.  Penunjukan itu ternyata disebabkan karena Sulsel masih masuk daftar zona merah dalam jumlah buta aksara di Indonesia.

    Rangkaian pelaksanaan HAI 2019 di Makassar dimulai sejak 4-8 September dan puncak acara dilaksanakan pada 7 September di Lapangan Karebosi Makassar.  "Salah satu alasannya adalah dalam rangka akselerasi pemberantasan buta aksara di Sulsel yang masih tinggi buta aksaranya," ungkap Sekretaris Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan, Setiawan Aswad di Makassar, Jumat, 6 September 2019.

    Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sulsel, sebaran angka penduduk tuna aksara di Sulsel berada pada rentan usia 15-59 tahun, dengan cakupan antara 0,51 - 27 persen.  Kabupaten Toraja Utara menjadi kabupaten dengan jumlah terbanyak buta aksara yang mencapai 27,85 persen atau 34.344 jiwa.

    Lalu disusul Kabupaten Bantaeng dengan total 21.824 jiwa yang masih buta aksara atau 18,53 persen.  Sementara daerah dengan jumlah buta aksara terendah yakni 0,51 persen diduduki oleh ibukota provinsi yakni Kota Makassar dengan total buta aksara berjumlah 5.145 jiwa.

    Menurut Setiawan, selain merupakan provinsi padat buta aksara atau zona merah, beberapa alasan lain yang menjadi alasan HAI 2019 digelar di Kota Anging Mammiri ini karena Makassar belum pernah menjadi tuan rumah atau pelaksana.

    "Memang dari provinsi Sulsel, Pak Gubernur
    juga mengusulkan untuk kegiatan tersebut digelar di sini. Karena adanya komitmen tinggi dari pemprov Sulsel dalam mengkoordinasikan dan mendorong kabupaten/kota untuk menuntaskan buta aksara. Serta adanya dukungan dari Forum PAUD dan Dikmas," ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan Dikmas (Pendidikan dan Masyarakat) Dinas Pendidikan Kota Makassar, Hikmah Mangganni di Makassar membenarkan, bahwa Sulawesi Selatan masih
    terdaftar sebagai urutan keenam dengan jumlah warga padat buta aksara.

    "Tetapi dengan pelaksanaan HAI di sini, kami komitmen bahwa Kota Makassar dan Sulsel siap menjadi tuan rumah sebagai bagian dari upaya pemberantasan buta aksara," ujar dia.

    Hikmah menyebutkan, Makassar telah dinyatakan bebas buta aksara sejak 2012 dan saat ini persentase buta aksara di Sulsel hanya 0,51 persen.  "Tetapi sebenarnya ini masih cukup banyak,
    karena kita kan penduduknya juga banyak. Ini masih mencapai 5.000 jiwa lebih. Pembinaan dan pendampingan terus kami arahkan untuk menyasar mereka tetapi selalu tidak ditemui di rumahnya," ungkap Kordinator Pengarahan Massa HAI 2019 itu.

    Pelaksanaan HAI 2019 di Makassar akan menampilkan ragam budaya khususnya pada puncak HAI 2019 karena menghadirkan peserta dari berbagai kota dan provinsi di Indonesia.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id