Jebolan UMJ Harus Siap Go Global

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 23 November 2019 22:14 WIB
    Jebolan UMJ Harus Siap <i>Go Global</i>
    Rektor dan sejumlah alumni UMJ saat Milad ke-64 Universitas Muhammadiyah Jakarta. Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Ikatan Alumni Universitas Muhammadiyah Jakarta (IKALUM-UMJ) berharap lulusan UMJ bisa menjawab tantangan zaman. Baik di jalur profesional, entrepreneur, terutama ketika menjadi pendidik.

    "Kita harus melihat pasar. Pasar sekarang bicara revolusi industri 4.0, bicara teknologi.  Mahasiswa setelah lulus dari sini itu bisa menjawab itu semua, sehingga bisa mengisi pos-pos untuk kemajuan bangsa," kata Ketua IKALUM-UMJ, Deddy Harsono kepada Medcom.id, di Greenpark Kampus UMJ Tangerang Selatan, Sabtu, 23 November 2019.

    Apalagi sekarang, kata Deddy, persaingan tidak hanya dengan sesama anak negeri, tetapi juga Sumber Daya Manusia (SDM) dari negara lain. Sebab saat ini sudah go global, tidak ada lagi batasan pekerjaan, begitu juga pergaulan.

    "Kita sudah go global berkompetisi dengan negara lain, berbagai pergaulan negara dengan negara lain sehingga dengan adanya itu harus diisi dengan SDM Indonesia terutama UMJ bisa menjawab tantangan itu," kata Deddy.

    Ia juga mengatakan, peningkatan SDM di UMJ ini sejalan dengan visi SDM Unggul Indonesia Maju. Karena pembangunan suatu negara ke depannya akan ditentukan oleh kualitas SDM.

    "Kalau teknologi kita tidak bisa buat, kita bisa beli. Tapi kalau SDM itu bisa menciptakan teknologi juga kemajuan negara. Matching sekali harapan kepala negara dengan UMJ," jelas lulusan jurusan Elektro UMJ ini.

    UMJ pada 18 November 2019 kemarin tepat berusia 64 tahun, berdiri sejak 1955 UMJ merupakan kampus Muhammadiyah tertua dan menjadi cikal bakal lahirnya Universitas Muhammadiyah lainnya.

    Rektor UMJ, Syaiful Bakhri mengungkapkan, momentum Milad ke-64 Universitas Muhammadiyah Jakarta ingin menjadi Perguruan Tinggi yang unggul, dengan Sumber Daya Manusia menjadi keunggulan utamanya. Salah satunya ditempuh dengan meningkatkan kualitas pengajar.

    "Sebagai universitas yang sudah cukup tua, lahir sejak 1955, tentu kematangan sumber daya manusia menjadi keunggulan utama. Semua dosen tahun depan harus doktor," ujarnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id