Nadiem Tak Bacakan Pidato yang Viral, tapi Tetap 'Menggelegar'

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 25 November 2019 12:33 WIB
    Nadiem Tak Bacakan Pidato yang Viral, tapi Tetap 'Menggelegar'
    Mendikbud Nadiem Makarim usai Upacara Bendera Peringatan Hari Guru Nasional (HGN). Foto: Medcom.id/Muhammad Syahrul Ramadhan
    Jakarta:  Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim, memilih tak membacakan naskah pidato yang sempat viral beberapa hari sebelumnya. Namun, pidato yang ia bacakan di Hari Guru Nasional itu tetap 'menggelegar'. Baik dari sajian maupun isinya.

    Nadiem menitikberatkan pada upaya memperjuangkan kemerdekaan guru. Pidato tersebut disampaikan Nadiem dalam bentuk video yang ditampilkan dalam layar videotron di hadapan peserta upacara.

    "Merdeka belajar itu artinya unit pendidikan atau sekolah guru dan muridnya punya kebebasan untuk berinovasi, belajar dengan mandiri, dan kreatif. Itu mungkin yang akan kita terus bantu," kata Nadiem usai upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2019, di Kompleks Kemendikbud, Jakarta Selatan, Senin, 25 November 2019.

    Untuk itu, ia mengakui kemerdekaan guru ini akan menjadi pekerjaan rumah baginya.  Yakni memberikan ruang gerak bagi guru-guru agar dapat berinovasi.  "Saya sadar saya tidak bisa hanya meminta dan mengajak guru-guru melakukan ini," imbuhnya.

    Ia juga berharap di sekolah-sekolah akan muncul guru penggerak, sebagai motor reformasi pendidikan. "Guru-guru penggerak ini akan melakukan berbagai macam inovasi dan tidak semua harus sukses, itu yang namanya kunci inovasi. Eksperimen mungkin tidak terlalu berhasil, tapi terus mencoba untuk mengetahui apa yang pas untuk sekolah dan apa yang pas untuk lingkungan kita," ujarnya.

    Keberadaan guru penggerak, kata Nadiem, harus dibarengi juga dengan adanya orang tua penggerak. Orang tua yang memberi ruang bagi guru untuk berinovasi.

    "Bahkan ada juga yang namanya orang tua penggerak itu juga sama, semua terbaik untuk anak. Nah, ini harus kita pertahankan bagaimana pemerintah itu bisa membantu memerdekakan guru-guru penggerak ini untuk melakukan berbagai macam inovasi," terangnya.

    Hari ini Nadiem Makarim menjadi pemimpin Upacara Bendera peringatan Hari Guru Nasional di kompleks Kemendikbud. Nadiem tidak membacakan pidato yang naskahnya sudah viral sejak akhir pekan kemarin secara langsung.

    Alhasil, hanya pidatonya disampaikan dalam bentuk video yang ditanyakan melalui videotron. Dalam isi pidatonya, ada beberapa poin penting. Di antaranya guru harus bergerak melakukan perubahan tanpa menunggu komando.

    Adapun beberapa perubahan yang bisa dilakukan, kata Nadiem, dimulai dari kelas. Mengajak kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar. Memberikan kesempatan kepada murid untuk mengajar di kelas.

    Selain itu, guru diharapkan bisa mencetuskan proyek bakti sosial yang melibatkan seluruh kelas. Kemudian bisa menemukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya diri.

    Lalu sesama guru saling membantu, bersimpati, dan berempati kepada kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. "Apa pun perubahan kecil itu, jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak," tandasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id