International Science Technology and Engineering Competition

    Tim UGM Bawa Pulang Emas di ISTEC 2020

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 30 Januari 2020 08:08 WIB
    Tim UGM Bawa Pulang Emas di ISTEC 2020
    Kembangkan Detektor Neuropati Perifer Penderita Diabetes mengantarkan mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional. Foto: UGM/Humas
    Jakarta:  Tim Mahasiswa UGM sukses membawa pulang medali emas dari ajang International Science Technology and Engineering Competition (ISTEC) 2020.  Medali emas yang mereka raih dalam ajang yang digelar di Graha Manggala Siliwangi, Bandung ini berasal dari kategori teknologi.

    Tim UGM yang beranggotakan Regita Rahma Maharatri (Ilmu Keperawatan FK-KMKk) dan Ilham Fazri (Elins FMIPA) ini mengajukan inovasi berupa Smart Portable Peripheral Neuropathy Diabeticum Screening Tool (Spherotec).

    Adapun pengembangan perangkat ini guna menjawab kegelisahan akan tingginya jumlah penderita diabetes yang saat ini terus meningkat.  Berdasarkan data IDF mencatat, saat ini terdapat 463 juta orang hidup dengan diabetes dan diprediksi jumlahnya akan terus meningkat hingga 51 persen pada 2045.

    "Diabetic Peripheral Neuropathy merupakan komplikasi yang paling sering dijumpai pada penderita diabetes. Jika tidak dilakukan pemeriksaan secara dini, neuropati perifer ini akan berkembang menjadi ulkus kaki dan dapat mengarah ke lower extremity amputation,” jelas Regita dikutip dari laman UGM, Rabu, 29 Januari 2020.

    Ia pun berharap perangkat yang ia garap bersama rekanya ini bisa menjadi alternatif solusi pencegahan terjadinya ulkus kaki diabetikum yang mampu mengarah pada amputasi. 

    ?"Harapannya dengan alat ini dapat dilakukan pemeriksaan secara dini dan mudah. Selain itu, penderita dapat meningkatkan kesadarannya sehingga amputasi dapat dicegah di samping melakukan kontrol gula darah serta perawatan kaki yang baik,” tandasnya.

    Regita mengatakan, Spherotec merupakan sebuah purwarupa perangkat portabel yang tersusun dari berbagai sensor dan terhubung dengan ponsel pintar.  Dengan fungsi utama untuk deteksi dini neuropati perifer pada penderita diabetes melitus. 

    Kemudian akan diklasifikasikan tingkat risikonya. Mulai dari 0-3 sesuai dengan data International Diabetes Federation (IDF).

    Selain itu, perangkat ini dilengkapi dengan  fitur edukasi sesuai dengan risiko yang terdeteksi. Dengan begitu, Spherotec dapat membantu mencegah peningkatan risiko, sehingga diharapkan  mampu meningkatkan kesadaran serta mempertahankan kualitas hidup pasien diabetes.

    ISTEC sendiri merupakan kompetisi internasional dalam bidang teknologi dan teknik yang diikuti 338 peserta yang terbagi dalam 174 tim dari 14 negara.  Kompetisi ini diselenggarakan Bandung Creative Society berkolaborasi dengan Indonesian Young Scientist Association.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id