PPDB Jalur Prestasi Tak Boleh Gunakan Kriteria Usia

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 29 Juni 2020 14:28 WIB
    PPDB Jalur Prestasi Tak Boleh Gunakan Kriteria Usia
    Pelaksana tugas Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Chatarina Muliana Girsang. Zoom
    Jakarta: Pelaksana tugas Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Chatarina Muliana Girsang menegaskan seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi akademik tidak boleh menggunakan kriteria usia. Sebab, Permendikbud Nomor 44 Tahun 2020 tentang PPDB tidak mengatur usia sebagai kriteria seleksi jalur prestasi.

    "Sesuai Permendikbud tidak ada (kriteria usia dalam PPDB jalur prestasi)," tegas Chatarina kepada Medcom.id, Senin, 29 Juni 2020.

    Chatarina menjelaskan, seleksi PPDB jalur prestasi menggunakan nilai akademik. Apabila belum memenuhi standar, bisa menggunakan multi prestasti, artinya penggabungan dari prestasi-prestasi yang sudah diperoleh.

    "Karena prestasi itu memungkinkan dari nilai rapor, nilai ijazah plus nilai akademik, non akademik. Apabila nilai rapor tidak memenuhi standar sekolah, ditambah saja nilai rapor, nilai akademik, non akademik," ujar Chatarina dalam program Cross Check by Medcom.id, Minggu, 28 Juni 2020.

    Baca: Dibuka 1 Juli, PPDB DKI Jalur Prestasi Akademik Utamakan Nilai Rapor

    Ia menjelaskan, Pasal 20 Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019 mengatur kalau jalur prestasi ditentukan berdasarkan hasil Ujian Nasional (UN). Namun, karena UN ditiadakan, maka menggunakan nilai rapor. Kemudian, menggunakan hasil perlombaan atau penghargaan akademik maupun non akademik pada tingkat internasional, nasional, provinsi, dan tingkat kabupaten/kota.

    "Jadi anak-anak memang pintar di segala bidang. Jadi mereka yang masuk memiliki bobot nilai terbesar, ternyata yang terakhir masuk yang punya nilai akademik saja. Itu lebih mudah," jelasnya.

    Ia menjelaskan, anak yang mendaftar jalur prestasi ini mendapat kebebasan untuk mendaftar di semua sekolah, tanpa melihat zonasi.

    "Jadi haknya tetap kami berikan. Cuma (jalur) zonasi hanya bisa dengan zonasi jarak, sedangkan merasa pintar di zonasi dua sampai sepuluh misalkan ada 10 sekolah terbaik bisa dipilih semua," ungkapnya.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id