Keputusan Kemendikbud Tak Menaikkan UKT Dinilai Tepat

    Antara - 03 Juni 2020 16:10 WIB
    Keputusan Kemendikbud Tak Menaikkan UKT Dinilai Tepat
    Rektor IPB Arif Satria. Zoom
    Jakarta: Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria mengatakan keputusan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak menaikkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masa pandemi virus korona (covid-19) merupakan langkah tepat. Terlebih, kebijakan tentang UKT diserahkan sepenuhnya kepada kampus. 

    "Jika memang terjadi di saat ini, itu karena keputusan sudah diambil jauh sebelum masa pandemi menyerang," ujar Arif dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.

    Menurut dia, yang perlu dilakukan adalah edukasi ke seluruh mahasiswa bahwa mereka dapat menggunakan opsi untuk mengatasi permasalahan UKT. Opsi tersebut yakni menunda pembayaran, menyicil pembayaran, mengajukan penurunan UKT, dan mengajukan bantuan finansial bagi yang berhak. Mekanisme pengajuan dan keputusan diatur dan diserahkan langsung kepada masing-masing kampus.

    Arif menambahkan peran aktif semua pihak juga diperlukan untuk mengatasi masalah ini bersama-sama. Kampus memberikan ruang untuk berpendapat dan menyiapkan opsi tentang UKT, sementara mahasiswa dapat memanfaatkan opsi yang telah diberikan. 

    "Saya setuju dengan pernyataan Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud bahwa dengan gotong-royong, kita bisa menyelesaikan permasalahan ini," tambah dia.

    Baca: PGRI: Pendidikan Bukan Area Uji Coba Kenormalan Baru

    Pemerhati pendidikan dan Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) Satryo Soemantri Brodjonegoro berpendapat semestinya isu UKT dapat dibahas bersama-sama antara kampus dan mahasiswanya. Ia memahami banyak orang tua dari mahasiswa yang kehilangan pekerjaan serta penghasilannya karena pandemi. 

    "Oleh karena itu, menurut saya, Kemendikbud, kampus dan mahasiswa mesti bersama-sama menyelesaikan masalah ini secepatnya," kata Satryo.

    Saat menghadapi tahun ajaran baru dengan kondisi saat ini, pihaknya tidak ingin ada anak yang tidak bisa kuliah. "Semangatnya adalah semua orang mendapatkan pendidikan yang sama, tanpa terhalang apapun," ujar Satryo.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id