Cagar Budaya Hingga Bioskop Siap Dibuka

    Ilham Pratama Putra - 07 Juli 2020 16:53 WIB
    Cagar Budaya Hingga Bioskop Siap Dibuka
    Dirjen Kebudayaaan, Kemendikbud, Hilmar Farid. Foto: Kemendikbud/Humas
    Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud, Nadiem Makarim dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri untuk membuka cagar budaya hingga bioskop. Pembukaan layanan ini guna mendorong kegiatan kesenian agar kembali hidup di tengah pandemi.

    "SKB ini jadi pegangan yang sifatnya legal dengan dasar hukum yang jelas untuk menjalankan kegiatan-kegiatan yang terkait kebudayaan dan juga ekonomi kreatif secara khusus. Saya kira banyak yang menunggu, terutama para penyelenggara kegiatan-kegiatan produksi film dan juga tempat-tempat pertunjukan, bioskop, cagar budaya, museum," kata Dirjen Kebudayaaan, Kemendikbud, Hilmar Farid dalam Konferensi Video, Selasa, 7 Juli 2020.

    Selanjutnya SKB ini akan diturunkan menjadi panduan teknis bagi penyelenggara. Daerah diberikan kewenangan dalam membuat panduan teknis kegiatannya masing-masing.

    "SKB ini bisa diterjemahkan sendiri oleh masing-masing daerah, dalam membuat protokol di lapangan. Kewenangannya ada di kepala daerah," lanjut Hilmar.

    Baca juga:  Tips Meraih Beasiswa Pendidikan dari Rory Asyari

    Yang terpenting, kata Hilmar, daerah tidak melonggarkan protokol kesehatan yang ada di dalam SKB. Seperti kebijakan wajib menggunakan masker, sterilisasi tempat kegiatan, hingga pengecekan suhu tubuh pekerja dan pengunjung.

    "Paling ideal jika panduan teknis Ini Nanti untuk masing2-masing lokasi menjadi pegangan menyusun SOP, dan prinsipnya kurang lebih begini Bapak Ibu. Paling penting adalah pegangan dasarnya. Kita juga berpegang pada keputusan Menteri Kesehatan sebagai payung yang besarnya," terang Hilmar.

    Syarat yang harus dpatuhi adalah protokol kesehatan covid-19 satu tidak boleh lebih longgar dari (SKB), namun jika mau dibuat lebih ketat maka dipersilakan. "Kita menyusun panduan teknis tidak boleh berkurang dari apa yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan," tandas Hilmar.

    Selanjutnya, pembukaan baru bisa dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pemangku kepentingan terkait. Seperti Gugus tugas penanganan covid-19 dan kepala daerah itu sendiri.

    "Hal ini dilakukan agar ekonomi pelaku kesenian dan industri kreatif bisa pelan-pelan pulih," ujar Hilmar.

    Hal ini disambut baik oleh Ketua Koalisi Seni Indonesia, Kusen Alipah Hadi.  Kusen meyakini, penyelenggara siap membuka kegiatan kesenian dengan protokol kesehatan ketat.

    "Saya meyakini teman-teman di kesenian dan industri kreatif sebagai profesional akan membuat detail yang lebih kontekstual di daerahnya," kata Kusen.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id