Sampoerna Foundation Disebut-sebut Ada di Balik Penyederhanaan Kurikulum

    Ilham Pratama Putra - 22 September 2020 15:45 WIB
    Sampoerna Foundation Disebut-sebut Ada di Balik Penyederhanaan Kurikulum
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta:  Polemik terkait penyederhanaan kurikulum yang tengah dikerjakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak berhenti pada isu penghapusan mata pelajaran sejarah saja.  Proses penyederhanaan kurikulum ini pun kemudian dikritisi,  selain minim keterlibatan pemangku kepentingan di bidang pendidikan, juga beredar dugaan keterlibatan lembaga filantropi Sampoerna Foundation.

    Dalam dua hari ini kemudian kembali beredar sebuah foto tangkapan layar dari sejumlah dokumen yang berisi tentang pembahasan kurikulum.  Di dalam foto itu pun terlihat adanya percakapan secara daring oleh sejumlah nama yang sedang membahas isi kurikulum yang diduga bagian dari draf penyederhanaan kurikulum Kemendikbud.

    Masih dalam rangkaian yang foto yang sama, sejumlah nama yang sedang membahas penyederhanaan kurikulum tersebut disertakan dengan data individunya. Setidaknya ada tiga nama, yang kemudian tertulis dalam foro tangkapan layar lainnya, nama-nama tersebut disebut terafiliasi dengan lembaga filantropi Sampoerna Foundation. 

    Informasi tentang dugaan adanya keterlibatan Sampoerna Foundation juga diterima oleh Ketua Tim Inti Kurikulum 2013 (kurtilas) Said Hamid Hasan.  Guru besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) ini menyebut bahwa dirinya juga mendapatkan informasi tersebut, sehingga ia juga mempertayakan kebenaran informasi keterlibatan orang-orang dari Sampoerna Foundation dalam penyederhanaan kurikulum 2013 ini.

    Baca juga:  Klarifikasi Nadiem Soal Penghapusan Mata Pelajaran Sejarah

    Menurutnya, jika sampai informasi itu benar, maka amat disayangkan.  Hal ini menunjukkan kajian penyederhanaan kurikulum dilakukan oleh bukan ahlinya. Said yang merupakan pakar kurikulum ini juga mengatakan dirinya tidak dilibatkan dalam penyederhanaan kurikulum ini, meski ketika menyusun k-13 ia diikutsertakan oleh Mendikbud kala itu.

    "Pagi ini Saya dapat informasi pemikir-pemikirnya itu (penyederhanaan kurikulum) itu dari Sampoerna foundation. Kelihatannya sudah dicek nama-namanya itu yang dinamakan staf khusus menteri itu," kata Said kepada Medcom.id, Selasa, 22 September 2020.

    Bahkan Said mengatakan orang-orang tersebut bukanlah bagian dari unit kerja di Kemendikbud yang bertugas membahas kurikulum. Begitu juga status pendidikan dari nama-nama yang diduga ikut membahas kurikulum tersebut baru lulus satu atau dua tahun yang lalu.

    "Jadi ini suatu persoalan," ujar Said.

    Lebih disesalkan lagi, tim yang ia kenal di Pusat kurikulum dan Buku (Puskurbuk) mengatakan bahwa mereka dilibatkan tapi ala kadarnya. Peran Puskurbuk sangat minim.

    "Pengembangnya itu hanya sebagian dari teman-temen Puskur (Pusat Kurikukum), mereka sebetulnya lebih banyak teknisnya, pemikir-pemikirnya bukan dari mereka. Pemikir-pemikirnya bukan dari orang kurikulum," tegas Said.

    Lebih lanjut, mereka yang berada di Puskurbuk, kata Said, diminta untuk bungkam. Segala hal yang terkait penyederhanaan kurikulum harus dirahasiakan.

    "Teman-teman Puskur mereka juga mengatakan ini rahasia, ini rahasia," terang Said.

    Menjawab hal ini, Kepala Pusat Kurikulum Kemendikbud Maman Fathurrahman mengatakan, tidak ada keterlibatan pihak lain dalam pembahasan penyederhanaan kurikulum. Penyederhanaan kurikulum dilakukan murni oleh tim Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puspurbuk).

    "Tapi Saya yakin tidak ada kaitannya (dengan Sampoerna Foundation). Proses dan inisiasi pengembangan kurikulum berjalan sesuai prosedur yang seharusnya," kata Maman kepada Medcom.id, Selasa 22 September 2020.

    Dia pun memastikan Puspurbuk telah menjalankan tugas dan fungsi pengembangan kurikulum dengan baik. Fasilitasi dan evaluasi kurikulum telah dilakukan sesuai  prosedur.  Meski begitu, Maman mengaku akan segera mengecek sejumlah nama yang diduga terafiliasi dengan Sampoerna Foundation tersebut dan ikut dalam pembahasan penyederhanaan kurikulum.

    "(Untuk nama-nama pihak Sampoerna yang diduga terlibat di Puskurbuk) Akan Saya cek. Yang jelas draf kurikulum sudah dikaji oleh para pakar yang berkompeten di bidangnya," pungkas Maman.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id