comscore

Dokter Hewan Baru Unair Diminta Tanggap Persoalan Sekitar Ketimbang Uang

Renatha Swasty - 20 Mei 2022 10:03 WIB
Dokter Hewan Baru Unair Diminta Tanggap Persoalan Sekitar Ketimbang Uang
Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Periode 2020-2025, Bambang Sektiari Lukiswanto. DOK Unair
Jakarta: Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) melantik 118 dokter hewan. Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Periode 2020-2025, Bambang Sektiari Lukiswanto, mendorong dokter hewan baru Unair tanggap persoalan sekitar. 

“Junjung tinggi rasa kemanusiaan dan jalani profesi ini dengan cara terhormat sebagaimana sumpah Saudara. Pelihara martabat dan tradisi luhur profesi dokter hewan,” ujar Bambang dikutip dari laman unair.ac.id, Jumat, 20 Mei 2022. 
Bambang juga meminta lulusan menjaga nama baik almamater. Serta menjadi ksatria Airlangga yang rela berkorban demi kemanusiaan dan kesejahteraan masyarakat. 

“Jadilah dokter hewan yang excellence with morality, dokter hewan yang lebih mengedepankan tanggung jawab profesi daripada uang,” tegas dia. 

Bambang menyampaikan profesi dokter hewan atau veteriner dikenal sebagai orang yang berperan mencegah hewan tidak terinfeksi penyakit dan mampu menanggulangi penyakit melalui terapi, eradikasi, dan lain-lain. Profesi ini juga memegang peranan penting dalam menjamin keamanan bahan pangan hewani yang dikonsumsi oleh masyarakat.

“Peran dokter hewan sangat penting dalam kehidupan manusia karena dokter hewan berkontribusi dalam bidang-bidang yang krusial, seperti keamanan bahan pangan asal hewan, penanggulangan penyakit-penyakit menular zoonotik dan non-zoonotik, pengembangan, dan penelitian untuk kedokteran perbandingan dan lain-lain,” kata Bambang.

Dia menyebut dokter hewan harus mampu bertindak sebagai agent of change, memahami legislasi veteriner dengan baik, serta mampu mengangkat eksistensi profesi dokter hewan dalam kancah global. Selain itu, juga menempatkan peran asosiasi profesi di lapangan tidak hanya fokus pada ternak, tapi juga menangani pet animal.

“Insan profesional dalam bidang veteriner juga harus ikut berperan dalam menjaga keamanan pangan dari permasalahan resistensi antibiotik yang telah menyita perhatian pemangku kepentingan di berbagai belahan dunia. Dokter hewan harus dapat mengambil bagian dalam upaya pengendalian antimicrobial resistance (AMR) di Indonesia,” tutur dia. 

Bambang menjelaskan pemahaman tentang pencegahan AMR akan menjaga kelestarian dan kesehatan baik hewan maupun manusia. Apalagi, akhir-akhir ini dunia kedokteran hewan dikejutkan dengan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang melanda di berbagai wilayah di Jawa Timur. 

Dia menegaskan kesiapsiagaan dokter hewan sangat dibutuhkan masyarakat. Khususnya adaptif  menanggulangi berbagai ancaman yang mungkin terjadi kembali.

“Kami berharap lulusan dokter hewan dari FKH Unair ini bisa menjalankan profesi dokter hewan yang berkarakter dan berkompeten. Sebagai dokter hewan, Saudara harus tetap menjadi pembelajar sepanjang hayat. Selamat berkarya, bertugas, dan mengabdi untuk kesejahteraan manusia melalui kesehatan hewan,” kata dia. 

Baca: FKH Unair Lantik 118 Dokter Hewan Baru
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id