NWR Juga Pernah Laporkan Kasus Pelecehan Seksual ke UB pada Januari 2020

    Citra Larasati - 05 Desember 2021 15:20 WIB
    NWR Juga Pernah Laporkan Kasus Pelecehan Seksual ke UB pada Januari 2020
    Kampus UB. Foto: Dok. UB



    Jakarta:  Peristiwa meninggalnya salah satu mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) pada tanggal 2 Desember 2021 membuat sivitas akademika UB berduka.  Mersepons kasus bunuh diri tersebut, pihak Tim Humas UB pun merilis siaran pers yang berisi sikap dan penjelasan pihak kampus terhadap fakta-fakta terkait kasus tersebut. 

    Ditegaskan dalam siaran pers yang dirilis Minggu, 5 Desember 2021 tersebut, mahasiswi berinisial NWR kuliah di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya angkatan 2016.  Kepala Humas UB, Kotok Gurito mengatakan, bahwa sebelum kasus dengan Bripda Randi Bagus Hari Sasongko, NWR juga pernah melaporkan kasus pelecehan seksual yang dialaminya dengan pelaku lain berinisial RAW pada Januari 2020.

     



    "Pada awal Januari 2020, NWR telah melaporkan kasus pelecehan seksual yang pernah dialaminya kepada fungsionaris FIB UB. Ini kasus yang berbeda dengan oknum Polisi ini.  Puncaknya dengan yang terakhir dengan oknum polisi ini," kata Kotok kepada Medcom.id, Minggu, 5 Desember 2021.

    Pelaku RAW merupakan kakak tingkat NWR yang juga mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FIB UB.  Pihak FIB UB mengklaim telah secara cepat menindaklanjuti dengan membentuk Komisi Etik untuk menangani kasus tersebut.

    "Sudah selesai kasusnya kalau dengan RAW," imbuh Kotok.

    Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap RAW dan terbukti bersalah, pihak UB memberi sanksi dan pembinaan kepada pelaku, serta pendampingan pada NWR dengan pemberian konseling sesuai dengan aturan yang berlaku.

    "Pihak FIB UB sangat menjaga kerahasiaan identitas NWR agar proses akademik tetap berjalan dengan baik," terang siaran pers tersebut, Minggu, 5 Desember 2021.

    Baca juga:  Kekasih NRW, Bripda Randi Jadi Tersangka dan Dipecat Tidak Hormat

    Kasus Terakhir

    Untuk kasus dengan pelaku Bripda Randi Bagus Hari Sasongko, Keluarga Besar Universitas Brawijaya menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya NWR.  Pihak UB juga mengapresiasi dan mendukung langkah cepat yang dilakukan oleh POLRI dalam menangani kasus meninggalnya NWR dalam kaitannya dengan hubungan pribadi yang bersangkutan dengan oknum POLRI tersebut.

    UB mengajak seluruh masyarakat untuk menghormati hak-hak pribadi keluarga korban dengan cara memberi informasi yang bijak agar tidak menimbulkan kegaduhan.  Pihak kampus juga mengimbau setiap sivitas akademika UB dapat menjaga dan menjunjung tinggi nama baik UB di masyarakat dengan menegakkan hukum dan/atau etika di masyarakat.

    Humas UB menegaskan, bahwa pihak kampus tetap konsisten dan berkomitmen melakukan segala upaya untuk mencegah dan menangani setiap tindakan yang dikualifikasi sebagai kekerasan seksual dan perundungan di lingkungan UB.  Hal ini berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    Sebelumnya, Mahasiswi Universitas Brawijaya, NWR, 23, ditemukan tewas di dekat makam ayahnya, diduga bunuh diri dengan menenggak racun. Belakangan, diketahui korban depresi usai menjalin hubungan dengan oknum anggota polisi bernama Bripda Randi Bagus Hari Sasongko.
     
    Mahasiswi NWR diketahui berpacaran dengan oknum polisi yang bertugas di Polres Pasuruan itu sejak 2019. Mereka awalnya bertemu dan berkenalan dalam suatu acara di Malang, lalu sepakat berpacaran. Korban dan pacarnya Randi Bagus Hari Sasongko diketahui berhubungan badan dari 2020 hingga 2021.
     
    Kasus kematian, NWR, trending di Twitter dengan tagar #savenoviawidyasari. Saat ini,cuitan tentang kematian mahasiswi Sastra Inggris Universitas Brawijaya ini sudah lebih dari 127.000 dicuit ulang. Dalam cuitannya akun sugarbaby, ada nama Rendi yang disebut menjadi dalang korban bunuh diri.
     
    Curhatan Novia yang diunggah di media sosial direspon beragam oleh warganet. Ada yang sedih, prihatin hingga geram penuh emosi. Sebab dalam curhatannya, mahasiswi Universitas Brawijaya Malang ini depresi lantaran menjadi korban penganiayaan keluarga, pacar hingga pemerkosaan.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id