Wisuda Periode III UNS

    Mahfud MD: Jadilah Sarjana yang Sujana

    Citra Larasati - 27 Juni 2020 18:18 WIB
    Mahfud MD:  Jadilah Sarjana yang Sujana
    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD
    Jakarta:  Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengharapkan lulusan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menjadi pribadi yang tidak saja pintar namun juga sujana atau budiman. 

    Dalam sambutannya pada Wisuda Periode III Luring dan Daring UNS, Sabtu, 27 Juni 2020, Mahfud mengutip istilah ‘sarjana yang sujana’ yang pernah dilontarkan Rektor pertama Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Sardjito.

    “Sebagaimana satu hal penting yang ingin saya katakan dalam wisuda ini adalah agar adik-adik semua bisa menjadi sarjana yang sujana. Sarjana yang budiman dan baik hati. Universitas jangan hanya melahirkan sarjana tapi juga sarjana yang budiman atau sujana dalam bahasa Jawa,” ucap Mahfud. 

    Mahfud menerangkan, ada dua hal penting untuk mewujudkan lulusan UNS sebagai sarjana yang sujana. Dua hal tersebut adalah adalah kualitas hati nurani dan kemuliaan atau keunggulan otak. 

    Kedua hal tersebut dihubungkan oleh Mahfud dengan salah satu tujuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang termaktub dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.

    “Dalam UUD kita salah satu tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan hanya mencerdaskan otak. Dalam kecerdasan kehidupan ada kecerdasan watak, emosional, spiritual, sedangkan kecerdasan yang satunya adalah otak. Jadi, di situ bertemu kecerdasan otak dan watak, kemuliaan watak dan keunggulan otak. Di situlah yang disebut intelektual, di situlah yang disebut sarjana,” jelas Mahfud.

    Baca juga:  Digelar Daring, Pendaftaran Jalur Mandiri Unpad Dibuka Hari ini

    Untuk mewujudkan pribadi sarjana yang sujana ini juga diperlukan sifat kritis. Sifat kritis yang dimaksud Mahfud adalah dapat dibuktikan dengan mempertanyakan langkah-langkah yang akan diambil secara faktual dan logika.
    https://www.medcom.id/pendidikan/news-pendidikan/GNl4zL2N-digelar-daring-pendaftaran-jalur-mandiri-unpad-dibuka-hari-ini
    Mahfud juga menggarisbawahi, bahwa seorang sarjana harus mencari jalan antara idealisme dan realisme. Karena di antara kedua hal tersebut terdapat sifat kritis.  Di akhir sambutannya, Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2008-2013 tersebut menitipkan pesan, agar lulusan UNS juga berani mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di bangku perkuliahan.

    Lulusan perguruan tinggi yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Ilmunya bisa diamalkan tidak hanya di awang-awang.  "Karena banyak orang omong-omong tapi tidak bisa dilaksanakan tetapi ada orang yang terlalu praktis amal atau pekerjaannya tapi tidak punya dasar-dasar ilmiah. Lulusan perguruan tinggi adalah lulusan yang berilmu amaliah dan beramal ilmiah berbuat sesuai tuntutan-tuntutan ilmu,” tandas Mahfud.

    Dalam wisuda periode III ini, UNS mewisuda 329 wisudawan pada Program Doktor, Magister, Pendidikan Dokter Spesialis, Sarjana, dan Diploma. 

    Jumlah tersebut terdiri atas lulusan Program Doktor sebanyak delapan wisudawan, Program Magister sebanyak 60 wisudawan, lulusan Program Pendidikan Dokter Spesialis sebanyak 12 wisudawan, lulusan Program Sarjana sebanyak 229 wisudawan, dan lulusan Program Diploma III sebanyak 20 wisudawan.  Dari jumlah tersebut, 131 diantaranya merupakan lulusan dengan predikat Cumlaude atau dengan pujian. 



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id