Menristek Sebut Inovasi Belum Banyak Berkembang, Ini Penyebabnya

    Citra Larasati - 20 Februari 2021 11:57 WIB
    Menristek Sebut Inovasi Belum Banyak Berkembang, Ini Penyebabnya
    Menristek Bambang Brodjonegoro. Foto: Zoom
    Jakarta: Menteri Riset dan Teknologi atau Menristek, Bambang Brodjonegoro memaparkan strategi agar hasil inovasi yang dihasilkan perguruan tinggi maupun lembaga penelitian dapat diserap industri.  Selama ini inovasi di Indonesia belum berkembang, salah satunya karena belum cukup kuatnya kesepahaman antara dunia penelitian dan industri.

    Bambang mengatakan, untuk mendorong Indonesia keluar dari jurang negara pendapatan menengah menuju negara maju pada 2045 mendatang diperlukan strategi khusus untuk mendukung pertumbuhan Indonesia. Satu di antaranya adalah dengan mengubah orientasi ekonomi yang semula berbasis sumber daya alam menjadi negara dengan perekonomian berbasis inovasi.

    “Inovasi sendiri harus dikembangkan. Ekosistem yang mendorong inovasi harus dibentuk, dijaga, dan disempurnakan,” ungkap Bambang saat menjadi pembicara kunci dalam acara Kuliah Perdana Program Doktor Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran secara virtual, Jumat, 19 Februari 2021.

    Meski demikian, inovasi di Indonesia belum banyak berkembang karena belum adanya kesepahaman antara dunia penelitian dan dunia usaha. Karena itu, penguatan inovasi perlu menekankan pada strategi kolaborasi Triple Helix, atau kolaborasi yang melibatkan tiga unsur pemangku kepentingan, yaitu akademisi, dunia usaha, dan pemerintah.

    Baca juga:  Menristek Ajak Vaksin Nusantara Masuk Konsorsium

    Kolaborasi ini, kata Bambang, akan mendorong terciptanya kesepahaman antara aktivitas penelitian dan kebutuhan di pasar melalui fasilitasi penuh pemerintah. Tanpa kolaborasi ini, dikhawatirkan sangat sedikit produk inovasi yang bisa diterima oleh pasar.

    Lebih lanjut Bambang memaparkan, inovasi Indonesia perlu mempertimbangkan sejumlah hal agar dapat diterima industri. Pertama, inovasi yang dilahirkan merupakan teknologi tepat guna yang mudah dipakai, murah, serta relevan dengan kondisi setempat.

    Selanjutnya, inovasi bisa menggantikan peran impor, mampu menciptakan nilai tambah dan komersialisasi beragam keankeragaman hayati di Indonesia, serta mengadopsi teknologi terkini.

    Dalam upaya mewujudkan strategi tersebut, perguruan tinggi menjadi sektor yang terus didorong untuk menciptakan ekosistem inovasi. Bambang menjelaskan, pendidikan menjadi kunci unutk melahirkan sumber daya manusia berkualitas yang akan menjadi penentu keberhasilan penguatan inovasi.

    “Perguruan tinggi didorong untuk lebih sering melakukan riset dan interaksi dengan dunia luar,” kata Bambang.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id