Kejar IKU, UNS Lakukan Tiga Pendekatan

    Ilham Pratama Putra - 12 Maret 2021 20:08 WIB
    Kejar IKU, UNS Lakukan Tiga Pendekatan
    Rektor UNS Jamal Wiwoho. Foto: Dok. Humas UNS



    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meminta perguruan tinggi menjalankan Indikator Kinerja Utama (IKU) pada 2021 sebagai bagian dari program transformasi pendanaa perguruan tinggi di Kampus Merdeks. Tujuannya agar perguruan tinggi dapat meraih peningkatan kualitas pendidikan yang baik.

    Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Jamal Wiwoho membeberkan strateginya dalam memenuhi IKU. Setidaknya ada tiga pendekatan yang akan pihaknya lakukan.






    "Tiga sasaran UNS berdasarkan IKU, yang pertama meningkatkan kualitas lulusan dan pendidikan tinggi. Jadi kualitas lulusan itu kita dorong supaya meningkat," kata Jamal dalam Talk Show Daring Dies Natalis ke-45 Universitas Sebelas Maret: Poko'e UNS, Kamis, 11 Maret 2021.

    Sasaran kedua adalah meningkatkan kualitas dosen dan pendidikan tinggi. Pencapaian mutu yang baik difokuskan agar sasaran tersebut dapat tercapai.

    Yang ketiga adalah meningkatkan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Dia meyakini, tiga hal tersebut akan dapat memenuhi IKU yang diharapkan.

    Baca juga:  Jokowi Minta PTN Berbadan Hukum Tingkatkan Kapasitas Pendidikan

    "Jadi kalau kita mendekatkan dengan tiga sasaran tadi, baik itu kualitas lulusannya, kualitas pendidikannya, dosennya, dan kurikulum, serta pembelajarannya maka ini akan lebih bagus," jelas dia.

    PTN yang behasil meraih IKU akan diberi tambahan pendanaan di tahun 2021 totalnya sebesar Rp1,3 triliun. IKU sendiri memiliki delapan poin penilaian. Delapan poin inilah yang harus dicapai oleh perguruan tinggi.

    Penilaian mulai dari melihat lulusan satu kampus apakah mendapat pekerjaan yang layak, kemudian mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus. Lalu, apakah dosennya memiliki kegiatan di luar kampus dalam artian mencari pengalaman di industri.

    Selain itu, IKU juga melihat apakah ada praktisi dari industri yang mengajar di dalam kampus, melihat prodi berstandar internasional, menilai kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Kemudian dilihat pula apakah prodi kampus memiliki mitra kelas dunia dan apakah ada hasil kerja dosen yang digunakan masyarakat sehingga menjadi rekognisi internasional.


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id