Hari Batik Nasional 2 Oktober, Begini Sejarah Penetapannya

    Citra Larasati - 02 Oktober 2020 11:21 WIB
    Hari Batik Nasional 2 Oktober, Begini Sejarah Penetapannya
    Ilustrasi membatik. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta:  Hari Batik telah ditetapkan menjadi salah satu hari perayaan nasional di Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Budaya TakBenda pada 2 Oktober 2009.  Di setiap tanggal ini, biasanya diperingati dengan gerakan menggunakan batik di seluruh lapisan masyarakat, seperti pejabat pemerintahan, pegawai swasta, hingga di kalangan peserta didik dan pendidik.

    Batik diambil dari kata amba titik, dalam bahasa Jawa berarti 'menulis titik' dengan tujuan menghias kain.  Membatik awalnya kegiatan kesenian menggambar di atas kain untuk pakaian keluarga keraton serta pengikutnya.  Oleh karena banyak dari pengikut raja yang tinggal di luar Keraton, lama-lama kesenian batik ini meluas dan menjadi bahan pakaian rakyat.

    Perkembangan batik berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di bumi nusantara.  Luasnya kekuasaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di bumi nusantara. 

    Luasnya kekuasaan Majapahit hingga seluruh pelosok nusantara diikuti dengan meluasnya pengaruh budaya sehingga membatik ada dan berkembang di setiap suku bangsa Indonesia.

    Baca juga:  Kemendikbud-Google Padukan Batik dan Digitalisasi

    Kemudian pada 2 Oktober 2009 UNESCO menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity), berikut sejarahnya:

    Batik didaftarkan pemerintah ke UNESCO dan berhasil masuk dalam daftar Warisan Budaya TakBenda dari Indonesia yang ditetapkan UNESCO pada 4 September 2008.

    Kemudian pada 9 Januari 2009 UNESCO menerima pendaftaran tersebut secara resmi dan dilakukan pengujian tertutup pada 11-14 Mei 2009 oleh UNESCO di Paris.

    Batik dianggap memenuhi tiga dari lima domain berdasarkan Konvensi Internasional Perlindungan Warisan Budaya TakBenda Manusia 2003

    Adapun tiga poin tersebut adalah:

    1.  Tradisi dan eksresi lisan
    2.  Kebiasaan sosial dan adat istiadat masyarakat ritus dan perayaan-perayaan
    3.  Kemahiran kerajinan tradisional

    Tepat 2 Oktober 2009, batik dikukuhkan di ruang sidang UNESCO yang bertempat di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab melalui sidang Intergovermental Committee for the Safeguard of the Intangible Cultural Heritage sebagai Warisan Budaya TakBenda milik Indonesia


    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id