Hati-hati, Ini Konsekuensi Mahasiswa Jika Masuk ke Kampus Aspal

    Ilham Pratama Putra - 29 April 2021 18:38 WIB
    Hati-hati, Ini Konsekuensi Mahasiswa Jika Masuk ke Kampus Aspal
    Sesditjen Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama.



    Jakarta:  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek),  menemukan adanya dugaan pemalsuan lima Surat Keputusan (SK) Mendikbud soal izin operasional Perguruan Tinggi Swasta (PTS).  PTS dengan nama Universitas Painan Banten itu, kini tengah dalam penyidikan oleh Polda Metro Jaya.

    Beruntung kampus tersebut belum ada, alias hanya mengantongi izin asli tapi palsu (aspal). Pun kampus tersebut juga belum menerima mahasiswa dan belum terdapat juga mahasiswa yang mendaftar.
     
    Namun kasus ini tentu menjadi peringatan bagi masyarakat. Sebab, jika terdapat mahasiswa yang masuk universitas aspal itu tentu akan menjadi sebuah kerugian.






    Sekretaris Direktorat Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti), Kemendikbudristek, Paristiyanti Nurwardani mengatakan, kerugian pertama adalah mahasiswanya akan tidak terdaftar di Pangkalan Data Perguruan Tinghi (PD Dikti). Mahasiswa juga tidak bisa mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) secara sah. 

    "Untuk mahasiswa yang mengikuti kuliah di PTS aspal ini juga tidak terdaftar di riwayat pendidikan dari semester 1 sampai 8 di PD Dikti," kata Paris dalam konferensi pers daring, Kamis 29 April 2021.

    Baca juga:  Ditemukan PTS Ilegal, Ini Cara Cek Legalitas Kampus

    Kemudian, jika mahasiswa yang bersangkutan ada dari program diploma atau sarjana yang melakukan uji kompetensi, mereka tidak bisa melakukan uji kompetensi. Karena setiap syarat uji kompetensi juga harus terdaftar di PD Dikti.

    Ia pun meminta agar para calon mahasiswa memeriksa betul kelegalan dari kampus yang akan dimasuki. Namun, jika sudah terlanjur berkuliah di universitas tersebut, mahasiswa dapat segera melapor ke Ditjen Dikti Kemendikbudristek.

    "Kita akan melakukan komunikasi dengan LLDikti (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) dan kita tidak akan mengorbankan mahasiswa, kami akan berupaya untuk mencari solusi yang terbaik dan kami upayakan mahasiswa untuk diselamatkan itu yang utama, ketika rescue mahasiswa yang diduga tertipu, kita akan menyampaikan ke publik," pungkasnya.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id