Pengganti UN Diharapkan 'Cetak' Generasi Siap Kerja

    Intan Yunelia - 12 Desember 2019 11:36 WIB
    Pengganti UN Diharapkan 'Cetak' Generasi Siap Kerja
    Ilustrasi- Siswa mengikuti simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 3 Taruna Angkasa Jawa Timur di Madiun, Jawa Timur, Kamis (7/11/2019). ANT/Siswowidodo.
    Jakarta: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim diminta menjelaskan rinci sistem asesmen pengganti Ujian Nasional (UN). Sistem pengganti UN itu diharapkan melahirkan generasi muda siap bertarung di dunia kerja.

    Metode asesmen kompetensi minimum yang digagas Kemendikbud harus memperhatikan link and match dunia pendidikan dan dunia kerja.  "Untuk melahirkan generasi muda Indonesia yang siap masuk dunia kerja, yang sesuai dengan ilmu pengetahuan yang diperoleh dari lembaga pendidikan, dan bidang kerja yang dibutuhkan untuk melahirkan tenaga-tenaga kerja profesional," kata Anggota Komisi X DPR Andreas Hugo Pareira di Jakarta, Rabu, 11 Desember 2019.

    Politikus PDI Perjuangan itu mengingatkan Nadiem menyipakan infrastruktur sesuai sistem baru. Kemampuan tenaga pendidik juga harus disesuaikan agar siswa bisa optimal menyalurkan minat dan bakat.

    "Seperti sekolah dan komponen peralatan pendidikan yang sesuai bidang studi para peserta didik," ujar Andreas.

    Nadiem juga diminta memikirkan beban administratif yang diemban para guru. Hal itu membuat para guru tak fokus menjalankan tugas pokok mengajar dan mendidik siswa.

    Setidaknya, Kemendikbud harus memberihak perhatian lebih pada jaminan kesejahteraan guru. Beban kerja guru pun harus benar-benar diperhatikan.

    "Sehingga para tenaga pendidik ini bisa fokus pada konten pendidikan ketimbang tugas administratif," jelas Andreas.

    Kemendikbud diminta tak sekadar mengganti sistem penilaian akhir bagi siswa. Penghapusan UN harus dibarengi evaluasi menyeluruh di sektor pendidikan.

    Penggantian metode evaluasi proses belajar peserta didik harus diikuti penyesuaian dan peningkatan kompetensi guru. Ia kembali menekankan peningkatan kesejahteraan guru harus sesuai beban kerja.

    "Dan penyediaan sarana prasarana pendidikan yang mendukung kompetensi pendidikan," kata politikus PDI Perjuangan itu.





    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id