Tak Banyak Diakses, DPR Kritisi 'Rumah Belajar'

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 02 April 2020 21:44 WIB
    Tak Banyak Diakses, DPR Kritisi 'Rumah Belajar'
    Tampilan laman Rumah Belajar. Foto: Medcom.id/Citra Larasati
    Jakarta:  Anggota Komisi X DPR, Dede Yusuf mengkritisi portal Rumah Belajar yang dimiliki pemerintah.  Sangat disayangkan, pengguna platform belajar daring plat merah ini sangat sedikit penggunanya, jauh jika dibandingkan dengan platform belajar daring milik pengembang swasta.

    Dede kemudian membuka data, dilihat dari yang mengunduh baru sekitar satu juta, bahkan jauh di bawah platform belajar daring milik perusahaan Edutech.

    Subscriber-nya masih 63 ribu dan yang download baru satu juta lebih dikit, dan konten dari Rumah Belajar sajikan yang saya perhatikan masih old style dibandingkan dengan style milenial yang ditawarkan platform lain,” ungkap Dede, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum(RDPU) secara daring di Jakarta, Kamis, 2 April 2020.

    Anggota Komisi X  DPR, Rano Karno mengungkapkan, bahwa portal Rumah Belajar seharusnya menjadi prioritas utama yang dicari dan digunakan sebagai sumber pembelajaran daring di tengah pandemi virus Korona.  Karena sebagai portal milik pemerintah, harusnya Rumah Belajar bisa memiliki akses yang lebih luas hingga ke pelosok.

    Baca juga:  Portal Belajar Daring Jamin Privasi Data Penggunanya

    Untuk itu, kata dia, Rumah Belajar kekinian harus berinovasi, seperti menjalin kerja sama dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI. Sehingga pembelajaran digital ini bisa menjangkau wilayah Indonesia lebih luas lagi.

    “Kita harus mem-back up Rumah Belajar ini untuk lebih prioritas dari sarana pembelajaran online yang lainnya. Agar bisa menjangkau wilayah Indonesia secara lebih merata. Karena kita tahu, masih ada daerah yang blank spot. Artinya kita harus mendukung Rumah Belajar untuk bisa ada di (siaran) TVRI seperti yang kita harapkan,” jelasnya.

    Senada, di situasi darurat seperti ini produk pemerintah harus menjadi pemimpin bagaimana agar akses pembelajaran secara digital bisa dijangkau oleh semua penduduk Indonesia. “Saya setuju dengan Bang Rano, yang harus menjadi leader dalam hal ini adalah platform dari pemerintah, untuk merangkum, fasilitasi teman-teman yang sudah berbuat banyak dalam fasilitas pendidikan dengan basis digital,” jelasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id