IAIN Syekh Nurjati Bakal Jadi PTKI Siber Pertama di Indonesia

    Citra Larasati - 22 Februari 2021 13:47 WIB
    IAIN Syekh Nurjati Bakal Jadi PTKI Siber Pertama di Indonesia
    Dirjen Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani. Foto: Dok. Kemenag



    Jakarta:  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon bersiap menjadi Cyber Islamic University pertama di Indonesia. Proses transformasi ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag di kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Jawa Barat.

    “Kehadiran Cyber Islamic University ini didasari oleh semangat kita untuk memenuhi janji konstitusi, yaitu memastikan bahwa tidak ada warga negara yang tidak terlayani untuk kuliah di perguruan tinggi keagamaan Islam,” ujar Dirjen Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, dalam keterangannya, Senin, 22 Februari 2021.




    Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati Bandung ini menegaskan, bahwa IAIN Syekh Nurjati Cirebon akan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam siber pertama di Indonesia.

    “Dengan model pembelajaran yang sepenuhnya daring mulai dari proses pendaftaran mahasiswa sampai kelulusan, UISSI diharapkan akan menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) pertama di Indonesia yang sepenuhnya diselenggarakan secara daring,” ujarnya.

    Dhani berharap, UISSI akan menjadi salah satu media pemerintah untuk menyapa anak bangsa yang selama ini tidak dapat mengenyam pendidikan tinggi karena keterbatasan waktu atau faktor geografis.  “Para guru-guru Kemenag yang belum S1, para pekerja yang belum S1, petani dan buruh, bahkan para TKI di luar negeri yang belum S1, bisa kita fasilitasi untuk kuliah melalui UISSI ini tanpa harus meninggalkan pekerjaannya,” tegasnya.

    Baca juga:  500 Ribu Siswa Madrasah Bakal Dapat Akses Pembelajaran Digital

    Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Suyitno melihat bahwa kehadiran Cyber Islamic University, UISSI ini merupakan tuntutan zaman dan langkah strategis yang harus ditempuh Kemenag untuk merespon kebutuhan di lapangan. Sebab, masih banyak guru yang sampai saat ini belum sarjana karena tidak dapat meninggalkan tugasnya mengajar di madrasah atau sekolah.

    “Jadi Cyber Islamic University, UISSI ini bukan program gengsi-gengsian. Kita ini punya pekerjaan rumah 86 ribu guru yang belum sarjana karena tidak dapat meninggalkan tugas mengajarnya," ujarnya.

    "Jika ini tidak kita atasi, maka mereka tidak dapat meningkatkan jenjang kariernya sebagai guru profesional, dan ini tidak boleh dibiarkan oleh Kemenag,” lanjutnya.

    Cyber Islamic University, UISSI rencananya akan mulai membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru pada Semester Gasal Tahun Akademik 2021/2022. Sebagai piloting adalah Program Studi Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Pendidikan Agama Islam (PAI) pada FITK IAIN Cirebon yang telah memperoleh Akreditasi Unggul.

    Tahun 2022, ditargetkan seluruh program studi yang Terakreditasi Unggul akan menyelenggarakan model cyber university.  Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Sumanta Hasyim menyampaikan terima kasih atas amanah baru dari Kementerian Agama terkait piloting PJJ PAI di wilayah dakwah Islam Sunan Gunung Jati untuk memajukan Pendidikan Islam melalui siber.

    Kesiapan IAIN Syekh Nurjati Cirebon ini bersamaan dengan proses transformasi kelembagaan dari IAIN menuju Cyber Islamic University, UISSI yang akan diputuskan melalui sidang senat dalam waktu dekat.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id