Kurikulum Padat Kreativitas Siswa Mandek

    Intan Yunelia - 28 November 2019 13:38 WIB
    Kurikulum Padat Kreativitas Siswa Mandek
    Seorang siswa sedang mengerjakan tugas di selasar kelas. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta:  Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Heru Purnomo mengatakan, sepakat dengan isi pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim tentang kurikulum yang padat menghambat kreativitas siswa. Seharusnya, kurikulum dapat mengasah nalar kretivitas siswa.

    "Kalau orientasinya itu pada target materi yang cukup banyak maka mengakibatkan siswa tidak tumbuh keterampilan pada hal critical thinking tidak tumbuh. Kreativitas thinking tidak tumbuh dan terkait kolaborasi atau kerja sama itu juga tidak tumbuh dengan baik," kata Heru kepada Medcom.id, Rabu, 27 November 2019.

    Menurut Heru, kurikulum yang padat seperti saat ini hanya berorientasi pada materi. Memberikan pengetahuan dan materi pengetahuan kepada siswa sebanyak mungkin sifatnya pengetahuan yang terkait kognitif 1 dan kognitif 2 atau kognitif 3.

    "Sementara ketika siswa di dalam pembelajaran dituntut dengan materi yang banyak dan padat maka artinya siswa itu hanya istilah dijejali dengan materi dalam tanda kutip," jelas Heru.

    Dengan materi sebanyak itu maka nalar berpikir kreativitas siswa mandek. Siswa tidak memiki kepercayaan diri berbicara menyampaikan pendapatnya dalam berdiskusi.

    "Belum tumbuh keterampilannya untuk menyampaikan secara oral belum tumbuh keterampilan untuk melakukan penelitian dan belum tumbuh untuk menyampaikan hasil penelitiann itu kepada rekan-rekannya," ujarnya.

    Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyampaikan pidato dalam menyambut peringatan Hari Guru Nasional yang diperingati setiap 25 November 2019. Dalam teks pidato yang diterima Medcom.id Nadiem secara tegas menyatakan enggan memberikan guru janji-janji kosong.
     
    "Saya tidak akan membuat janji-janji kosong kepada Anda," tegas Nadiem dalam teks pidatonya, di Jakarta, Sabtu, 23 November 2019.
     
    Ia hanya menegaskan bakal memperjuangkan kemerdekaan belajar di Indonesia. Mengingat selama ini banyak hal yang mengganjal untuk belajar, terlebih lagi guru yang selama ini menurut Nadiem harus banyak dibebani tugas administratif.
     
    Belum lagi kurikulum yang padat, membuat guru tak berkutik untuk melakukan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar. "Anda ingin mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tetapi kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan," ujarnya.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id