Guru Besar UGM: Pemerintah Harus Tegas Melarang Mudik

    Citra Larasati - 06 April 2020 21:21 WIB
    Guru Besar UGM: Pemerintah Harus Tegas Melarang Mudik
    Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
    Jakarta:  Pakar transportasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Dr.-Ing. Ir. Ahmad Munawar, M.Sc meminta pemerintah mempertegas pelarangan mudik.  Penegasan ini diperlukan, karena berdasarkan analisisnya penyebaran Covid-19 akan sulit dihindari selama prosesi mudik ini.

    Wacana mengenai mudik lebaran kembali bergulir tahun ini. Bulan Ramadhan yang sudah dekat, begitu pula dengan Lebaran Idul Fitri setelahnya.

    Namun, wacana tersebut menjadi menarik, karena tanggal penting bagi umat Islam itu berlangsung di tengah terjadinya pandemi covid-19.  Dalam perkembangannya, Pemerintah tidak menyatakan larangan mudik, tetapi hanya sebatas mengimbau agar masyarakat lebih baik tidak mudik.

    Secara umum, kata sebenarnya Pemerintah sudah mengingatkan masyarakat untuk menjaga jarak fisik (physical distancing) dua meter dan menerapkan isolasi diri selama 14 hari bagi pemudik. Namun, mengingat mayoritas pemudik yang menggunakan angkutan umum, peringatan tersebut akan sulit dilakukan.

    “Meski masyarakat menggunakan kendaraan pribadi juga penyebaran akan terjadi di rest area,” ujar Munawar dikutip dari laman UGM, Senin, 6 April 2020.

    Baca juga:  Boleh Mudik Asal Bersih Virus Korona

    Sementara mengenai penerapan isolasi selama 14 hari di kampung halaman pemudik, Munawar menyebut hal itu tidak akan berjalan lancar karena jumlah pemudik yang mencapai jutaan orang.

    “Hal ini malah akan memberatkan pemerintah daerah. Jika tidak siap malah akan menyebabkan pandemi ini menyebar di daerah mereka,” terang Guru Besar Teknik Sipil UGM ini. 

    Oleh karena itu, Munawar menyatakan jika memungkinkan pemerintah harus tegas melarang mudik dengan membatasi, bahkan kalau mungkin menyetop angkutan umum bus antar kota, kereta api jarak jauh dan pesawat. Selain itu, penutupan jalan arteri dan jalan tol yang menghubungkan antar provinsi juga bisa menjadi solusi pencegahan.

    Ketika ditanya tentang kerugian masyarakat yang bekerja di sektor transportasi, utamanya jika mudik dilarang, Munawar menyatakan bahwa saat inipun sudah terasa dampaknya. Kendati demikian, ia menyatakan bahwa saat ini sedang ada negosiasi dengan pemerintah tentang kompensasi kepada mereka.

    Munawar berharap pemerintah segera memberikan bantuan sosial kepada mereka yang berdampak, tidak hanya pekerja angkutan umum, tetapi juga pekerja harian dan mereka yang memerlukannya. "Hentikan untuk sementara proyek-proyek besar infrastruktur, gantikan dengan bantuan sosial. Berikan keringanan cicilan bank, kalau mungkin penundaan cicilan kepada mereka yang memerlukan,” ungkap Anggota Dewan Penasehat Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi ini

    Lebih lanjut, aspek ekonomi yang menjadi pertimbangan pemerintah tidak melarang mudik, menurut Munawar, memang tidak bisa dihindari. Ia menyatakan dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini perekonomian jelas akan terpuruk.

    "Namun, mana yang lebih penting,ekonomi atau nyawa rakyat?  Presiden Ghana, Nana Akufo-Addo, ketika menerapkan lockdown di negaranya, menyampaikan sebuah pidato. Ia menyatakan ‘We know how to bring economy back to live, but we do not know is how to bring people back to life.’ Ekonomi bisa diperbaiki kembali, tetapi rakyat yang meninggal tidak bisa dihidupkan kembali,” paparnya.

    Terakhir, Munawar berpesan kepada masyarakat Indonesia, terutama yang ingin bermudik, bahwa kesehatan keluarga, terutama orang tua, jauh lebih penting dari bertemu langsung dengan mereka.

    “Sudah ada contoh di RS Adam Malik, Medan, anak muda yang mudik, kelihatannya sehat, ternyata carrier pembawa virus. Akhirnya, berdampak pada orang tua yang dikunjungi.   Rindu untuk sementara dapat diobati via video call. Ini juga yang saya lakukan ke kedua anak saya yang ada di Surabaya dan Australia,” pungkasnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id