Unand Sosialisasikan Bahaya Jurnal Predator

    Ilham Pratama Putra - 05 Februari 2020 13:25 WIB
    Unand Sosialisasikan Bahaya Jurnal Predator
    Ilustrasi. Foto: MI/Adam Dwi
    Jakarta: Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat menyosialisasikan bahaya jurnal predator atau jurnal abal-abal di kalangan akademisi Unand.  Hal itu Guna menghindarkan dosen dan penelitinya dari jebakan dan penipuan penerbitan jurnal internasional bodong. 

    Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unand, Uyung Gatot menyebutkan, pihaknya selalu mendapat daftar jurnal predator dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) setiap tahunnya.  Sehingga pihaknya bisa mewanti-wanti dosen untuk memperhatikan daftar tersebut.

    "Kementerian itu ada datanya. Dari data itu kita sosialisasikan ke dosen agar berhati-hati untuk menyerahkan artikel ke jurnal abal-abal yang sudah didata Kemendikbud tadi," kata Uyung kepada Medcom.id, Rabu 5 Februari.

    Uyung mengatakan, keberadaan jurnal predator sangat merugikan dosen.  Pihak kampus pun tidak akan menganggap karya yang ada di jurnal predator.

    "Bisa saja tidak berlaku dalam penilaian untuk kenaikan pangkat, untuk menjadi guru besar, atau kalau pun dinilai, nilainya rendah sekali," lanjut Uyung.

    Menurut Uyung, dosen peneliti juga harus bisa menahan nafsu untuk mempublikasi jurnal. Karena jurnal predator bisa memanfaatkan momentum tersebut.

    "Di saat itu biasanya jurnal predator masuk, menawarkan penerbitan cepat tapi harus membayar banyak," ujarnya.

    Padahal, kata Uyung, ada sejumlah jasa penerbitan jurnal yang gratis, namun tetap bonafide dan bereputasi baik.  Dosen disarankan untuk memuat di jurnal seperti itu.

    "Lebih baik ya, karena diakui. Waktunya bisa lama enam bulan sampai dua tahun. Kalau diterima diterbitkan, kalau tidak bagus langsung ditolak itu," tandasnya.

    Dia bersyukur, di kampusnya saat ini belum ada indikasi jurnal predator.  Semua peneliti di Unand selalu awas dalam memilih jasa dalam penerbitan jurnal internasional.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id