Pelonggaran PSBB, Aturan Baru Nonton di Bioskop Disiapkan

    Ilham Pratama Putra - 12 Mei 2020 14:03 WIB
    Pelonggaran PSBB, Aturan Baru Nonton di Bioskop Disiapkan
    Dirjen Kebudayaan, Hilmar Farid. Foto: Medcom.id/Ilham Pratama
    Jakarta:  Pemerintah sudah menyiapkan sejumlah aturan baru menonton di bioskop yang sesuai dengan standar protokol kesehatan covid-19.  Aturan disiapkan, untuk mengantisipasi jika pelonggaran PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi pascapandemi covid-19 jadi diterapkan.

    "Memang disiapkan aturan baru untuk menonton film. Kita tetap menyiapkan protokol 'new normal'," kata Staf Khusus Menparekraf, Ricky Joseph Pesik, dalam Diskusi Daring bertema 'Tantangan dan Peluang Pelaku Budaya Pascacovid-19' Selasa 12 Mei 2020.

    Ricky menyebut, akan ada "new normal" menonton film di bioskop nantinya. Protokol kesehatan, seperti pembatasan kapasitas hingga jarak bangku kemungkinan akan diterapkan ketika menonton di bioskop.

    "Jadi ada relaksasi ya, kita sudah siap dengan SOP. Ini bentuknya adopting of new normal," tambahnya.

    Baca juga:  Jokowi Sentil Rencana Pelonggaran PSBB

    Meski begitu, dia menegaskan, hingga saat ini kemungkinan industri film dan bioskop beroperasi itu sendiri belum ada. Pihaknya belum bisa memutuskan kapan bioskop serta industri film bisa kembali bergerak.

    "Kelonggaran ini memang belum ada, masih kebanyakan zona merah. Tidak ada kelonggaran. Tapi SOP tetap disiapkan agar kita matang ketika saat kelonggaran diterapkan," sambungnya.

    Dirjen Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid tak berani membenarkan adanya dugaan industri film akan berjalan mulai Juli 2020.  Sebab, kasus korona di Indonesia masih belum dapat diprediksi.

    "Kalaupun Juli ada kelonggaran, kita ga mungkin langsung membebaskan. Semua bisa langsung menumpuk malah kasus tidak clear. Hongkong dan China saja sempat buka dua hari, tapi malah tutup lagi," ungkap Hilmar.

    Baca juga:  Epidemiolog Sebut Belum Waktunya Pelonggaran PSBB

    Sebelumnya, terkait pelonggaran PSBB, Kemenko Perekonomian telah menyusun kajian awal dalam pemulihan ekonomi dari pandemi covid-19.  Tahapan pemulihan ekonomi Indonesia ini telah ramai beredar di publik.

    Pada tahap pertama Senin, 1 Juni 2020, industri dan jasa bisnis ke bisnis (B2B) dapat beroperasi dengan tetap menerapkan social distancing, memenuhi persyaratan kesehatan dan tetap menjaga jarak.

    Toko, pasar, dan mal belum boleh beroperasi, kecuali toko penjual masker. Sektor kesehatan ful beroperasi, sedangkan kegiatan di luar ruangan hanya diperkenankan untuk berkumpul dua orang.

    Pada Senin, 8 Juni 2020, toko, pasar, dan mal diperbolehkan beroperasi dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan toko tidak diperkenankan dalam keadaan ramai. Kegiatan usaha berkontak fisik belum diperbolehkan, sedangkan kegiatan di luar ruangan hanya diperkenankan untuk berkumpul dua orang.

    Tahapan berikutnya Senin, 15 Juni 2020, toko, pasar, dan mal tetap seperti pada tahap dua, tetapi kegiatan usaha berkontak fisik mulai diperbolehkan dengan protokol ketat. Pembukaan museum dan tiket dijual secara daring. Sekolah tatap muka berlaku dengan proses sif dan kegiatan di luar ruangan mulai diperkenankan.




    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id