comscore

Materi Kesadaran Lingkungan Masuk dalam Kurikulum Prototype 2022

Antara - 14 Januari 2022 20:52 WIB
Materi Kesadaran Lingkungan Masuk dalam Kurikulum Prototype 2022
Ilustrasi. Medcom.id
Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyebut kesadaran lingkungan menjadi tema lintas pelajaran pada Kurikulum Prototype 2022. Ini jadi bagian pendidikan karakter dalam kurikulum 'baru' tersebut.

"Kesadaran lingkungan menjadi salah satu tema lintas mata pelajaran di Kurikulum Prototype. Kesadaran lingkungan juga menjadi salah satu elemen dari karakter akhlak mulia dalam profil pelajar Pancasila," ujar Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Anindito Aditomo, di Jakarta, Jumat, 14 Januari 2022.
Nino mencontohkan, bagaimana di buku teks pembelajaran sekolah pada Kurikulum Prototype itu juga dimasukkan mengenai kesadaran akan lingkungan tersebut. Misalnya, perilaku menanam pohon maupun menjaga lingkungan sekitar.

Dia menambahkan Kurikulum Prototype akan dijadikan opsi dan tidak diterapkan di semua sekolah. Kurikulum tersebut hadir lantaran terjadinya krisis belajar (learning crisis) sejak cukup lama.

Studi-studi nasional maupun internasional, kata dia, menunjukkan bahwa banyak siswa di Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. 

"Studi-studi tersebut juga menunjukkan bahwa ada kesenjangan besar antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi dalam hal kualitas belajar. Setelah pandemi, krisis belajar ini menjadi semakin parah," tambah dia.

Baca: Kurikulum Prototype 2022 Tidak Diterapkan Serentak, Ini Alasannya

Ia menyatakan, untuk mengatasi krisis belajar itu perlu perubahan yang sistemik. Kualitas guru dan kepala sekolah tentu menjadi faktor kunci, namun kualitas pembelajaran juga dipengaruhi oleh kurikulum yang digunakan. 

Ia menekankan, kurikulum menentukan materi yang diajarkan di kelas. Kurikulum juga memengaruhi kecepatan dan metode mengajar yang digunakan guru.

Guru yang hebat, menurut dia, akan bisa menerapkan pembelajaran yang baik, apa pun kurikulumnya. Namun, ia menyebut kurikulum yang baik bisa mendorong sebagian besar guru untuk berfokus pada tumbuh kembang karakter dan kompetensi murid. 

"Kurikulum yang baik tidak memaksa guru untuk 'kejar tayang materi', melainkan mendorong guru untuk lebih memperhatikan kemajuan belajar muridnya," ungkapnya.

Nino mengatakan, atas dasar itu Kemendikbudristek mengembangkan Kurikulum Prototype. Kurikulum 'baru' ini jadi bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama dialami.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id