comscore

Tiap 2 Minggu Satu Bahasa Daerah di Dunia Punah

Ilham Pratama Putra - 18 Maret 2022 14:14 WIB
Tiap 2 Minggu Satu Bahasa Daerah di Dunia Punah
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, E Aminudin Aziz. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Jakarta: Kepala Badan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Aminudin Aziz mengatakan perlu upaya lebih kuat mempertahankan bahasa Daerah. Sebab, saat ini tingkat kepunahan bahasa daerah terbilang tinggi.

"Berdasarkan laporan UNESCO, setiap dua minggu terdapat satu bahasa daerah di dunia yang mengalami kepunahan," kata Aminudin dalam Silaturahmi Merdeka Belajar, Jumat, 18 Maret 2022.
Dia menuturkan penyebab utama bahasa daerah punah lantaran bahasa tersebut sudah tidak lagi digunakan. Aminudin mengungkapkan Kemendikbudristek sudah berdiskusi dengan pemerintah daerah melalui dinas-dinas pendidikan terkait tantangan pelestarian bahasa daerah.

“Kami mengajak dan menyadarkan semua pihak bahwa revitalisasi merupakan tanggung jawab bersama. Hal ini bukan tanggung jawab pemerintah pusat maupun masyarakat saja, tetapi pemerintah daerah juga ditugasi oleh bupati atau wali kota atau gubernur untuk juga melakukan secara bersama-sama,” kata Aminudin.

Dia menyebut peningkatan kesadaran bisa melalui kampanye-kampanye bahasa terkait pentingnya pelestarian bahasa merupakan salah satu identitas bangsa. Pada langkah awal, Kemendikbudristek memanfaatkan sektor pendidikan yakni sekolah sebagai fondasi utama.

“Masyarakat diajak untuk menyadari bahwa bahasa daerah perlu dilestarikan karena jika tidak ada kesadaran maka apa yang sudah digariskan oleh negara melalui peraturan perundangan-undangan, fasilitasi yang dilakukan oleh pemerintah akan sia-sia,” tutur dia.

Baca: Cegah Kepunahan, Bahasa Daerah Didorong Diajarkan Lewat Muatan Lokal di Sekolah
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id