comscore

35 Peserta Difabel Ikut UTBK-SBMPTN 2022 di Universitas Indonesia

Citra Larasati - 21 Mei 2022 15:29 WIB
35 Peserta Difabel Ikut UTBK-SBMPTN 2022 di Universitas Indonesia
Peserta difabel ikut UTBK-SBMPTN 2022 di UI. Foto: Dok. UI
Jakarta:  Pusat Ujian Tulis Berbasis Komputer -Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) Universitas Indonesia (UI) mencatat 35 peserta difabel mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) 2022.  Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya, yakni sebanyak 33 orang.

Mereka terdiri atas 12 orang penyandang disabillitas tunanetra dan 23 peserta disabilitas tunadaksa. Untuk peserta disabilitas tunadaksa, ujian dilaksanakan di Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Gedung Lama.
Sedangkan bagi peserta disabilitas tunanetra, ujian dilakukan pada sesi khusus, yaitu Kamis, 19 Mei 2022, di Lab 1105 Fasilkom Gedung Lama, Kampus Depok. Peserta disabillitas didampingi oleh petugas, dan yang melakukan pengecekan kelengkapan ujiannya dari pihak Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Di antara 35 peserta difabel itu adalah Muhammad Wildan Kausar. Ia mengatakan, selalu bersemangat untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian dengan cara terus belajar dan berlatih.  “Untuk mengikuti ujian UTBK ini, saya melakukan persiapan dengan belajar dan berlatih soal. Selain itu, saya juga mengikuti bimbingan belajar dari sekolah dan bimbingan belajar online untuk menambah dan meningkatkan pemahaman materi,” ujar Wildan, dalam keterangan pers UI, Sabtu, 21 Mei 2022.

Meski mengalami gangguan penglihatan sejak umur 9 tahun, Wildan berhasil menyelesaikan pendidikannya di SMAN 54 Jakarta. Berbekal tekad yang kuat dan semangat yang besar, Wildan ingin terus melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi.

Dalam proses pendaftaran, ia dibantu oleh teman-temannya dan pendamping dari pihak Panti Sosial Bina Netra Rungu Wicara Cahaya Bathin Cawang tempat Wildan tinggal. Wildan mendaftarkan diri dengan pilihan pertama Pendidikan Khusus, Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

“Awalnya, saya memilih Pendidikan Masyarakat untuk di urutan pertama, lalu Pendidikan Khusus. Tetapi, saya berkonsultasi dahulu dengan guru Bimbingan dan Konseling (BK). Setelah dilihat dari nilai dan hasil konsultasi, saya disarankan untuk memilih Pendidikan Khusus pada pilihan pertama. Sebenarnya, saya juga tertarik dengan jurusan Ilmu Komunikasi, namun setelah konsultasi dengan guru BK, saya memantapkan untuk memilih Pendidikan Khusus,” kata Wildan.

Ia memiliki harapan yang kuat terhadap jurusan yang sudah dipilihnya. Katanya, melalui pilihan di Pendidikan Khusus tersebut ia akan bisa mewujudkan keinginannya menjadi seorang guru bagi anak-anak disabilitas. Harapan mulia ini terdorong atas kesadarannya melihat bahwa masih banyak sekolah-sekolah umum di Indonesia yang belum memiliki guru-guru pendamping khusus bagi para murid yang memiliki keterbatasan.

Baca juga:  UI Siapkan 1.309 Komputer untuk UTBK-SBMPTN 2022

Selama proses ujian berlangsung, Wildan mengaku dapat mengerjakan soal dengan baik dan merasa tercukupi dengan fasilitas yang sudah disediakan UI. Hal ini merupakan upaya UI dalam mewujudkan UTBK ramah difabel dengan menyiapkan segala perlengkapan yang yang diperlukan dan disesuaikan dengan para peserta disabilitas tunanetra dan disabilitas tunadaksa mulai dari lokasi, alat khusus seperti reglet, stylus, kertas braille, dan juga headset yang digunakan untuk mendengarkan soal dari fitur screen reader yang diberikan oleh LTMPT.

“UI senantiasa meyakini bahwa education for all. Pada Maret lalu, kami baru mewisuda Muhammad Erwin Althaf dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Keterbatasan pendengaran yang dialami sejak lahir, tidak mengurungkan niatnya untuk mencapai cita-cita, yakni membangun sistem usaha terpadu yang mandiri dalam perencanaan, pengelolaan, dan penggunaan sumber daya keuangan,” kata Kepala Biro Humas dan Keterbukaan Informasi Publik UI, Amelita Lusia.

(CEU)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id