comscore

32.736 Peserta Bakal Ikut Ujian Mandiri Unpad, Begini Ketatnya Pengawasan

Renatha Swasty - 04 Juli 2022 16:12 WIB
32.736 Peserta Bakal Ikut Ujian Mandiri Unpad, Begini Ketatnya Pengawasan
Persiapan SMUP. DOK Unpad
Jakarta: Sebanyak 45.362 peserta telah mendaftar program jalur mandiri Seleksi Masuk Univeristas Padjajaran (SMUP). Sebanyak 12.626 peserta memilih menggunakan skema nilai UTBK, sedangkan 32.736 peserta akan mengikuti ujian mandiri pada 7-8 Juli 2022.

Ketua Panitia Pelaksana SMUP Sarjana Jalur Mandiri Juli Rejito mengatakan tahun ini terjadi kenaikan jumlah pendaftar hingga 12 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu, jumlah peserta yang mengikuti ujian mandiri juga meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Tampaknya peserta lebih yakin kalau ikut ujian lagi dibandingkan dengan nilai ujian sebelumnya,” kata Juli dikutip dari laman unpad.ac.id, Senin, 4 Juli 2022.

Metode ujian SMUP Sarjana Jalur Mandiri seluruhnya digelar daring menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Ujian melalui aplikasi yang dapat diunduh di https://go.unpad.ac.id/SMUP2022.

Sebelum mengikuti ujian, peserta diwajibkan mengikuti simulasi penggunaan aplikasi ujian yang digelar pada 4-5 Juli 2022. Juli menuturkan simulasi untuk memfasilitasi peserta agar cukup familiar saat melaksanaan ujian.

“Kita juga telah siapkan helpdesk yang bekerja memfasilitasi peserta supaya dia mendapatkan kemudahan mengenai aplikasi ujian. Kita juga siapkan dokumen dan video panduan instalasi aplikasinya di website SMUP,” papar Juli.

Dia memastikan keamanan ujian tetap terjaga meski digelar online. Pelaksanaan ujian tetap diawasi pengawas. Satu pengawas akan bertugas memantau 40 peserta ujian.

Juli memaparkan secara teknis saat mengerjakan ujian, peserta akan termonitor melalui webcam yang terkoneksi dengan aplikasi pengawas. Selain itu, peserta juga diminta masuk dalam aplikasi Zoom menggunakan ponsel masing-masing dengan kamera dan mikrofon dalam keadaan aktif.

Ponsel tersebut diletakkan di sisi kanan peserta saat melaksanakan ujian untuk memantau suasana sekeliling peserta. Juli mengatakan penggunaan aplikasi Zoom untuk meningkatkan keamanan dan pengawasan peserta selama melaksanakan ujian.

Khususnya, untuk memantau suara di sekitar peserta. Pengawas akan memperhatikan setiap gerak-gerik yang dilakukan peserta.

“Kamera dan mic akan selalu aktif untuk mengantisipasi ada hal-hal mencurigakan pada saat ujian,” kata Juli.

Juli menyebut apabila ditemukan hal-hal mencurigakan, seperti kamera mati atau ada suara di sekeliling peserta, pengawas akan melakukan teguran/peringatan kepada peserta. Teguran disampaikan melalui aplikasi ujian peserta.

“Kita akan berikan peringatan kepada peserta sampai lima kali. Kalau kemudian ternyata tidak direspons peserta, webcam-nya off atau Zoom-nya masih off, kita akan berhentikan ujian. Dia nanti terpaksa harus login lagi untuk masuk kembali. Kalau kondisinya tidak memungkinkan lagi, maka dia harus blokir,” tegas dia.
 
Baca juga: Unpad Kampus Terbaik ke-7 di Indonesia Versi QS World University Rankings 2023

 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id