comscore

Intip Perjuangan Daffa, Mahasiswa Unesa Dapat Beasiswa IISMA

Renatha Swasty - 23 Mei 2022 19:48 WIB
Intip Perjuangan Daffa, Mahasiswa Unesa Dapat Beasiswa IISMA
Ilustrasi kuliah. Medcom
Jakarta: Belajar di salah satu perguruan tinggi luar negeri merupakan dambaan banyak orang. Namun, tidak semua mendapat kesempatan itu, karena harus melewati sederet proses seleksi dan persaingan yang ketat. 

Sebanyak tiga mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mampu membuktikan itu. Mereka lolos program beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2022 dan akan menempuh studi di perguruan tinggi luar negeri selama satu semester. 
Ketiga mahasiswa itu, yakni Dara Nabila Salsabyla dari S-1 Ilmu Komunikasi mendapat beasiswa ke Universidad de Granada atau University of Granada (UGR) , Spanyol; Daffa Putra Amrullah Sigit dari S-1 Pendidikan Bahasa Inggris dapat beasiswa ke University of California-Davis (UC Davis), Amerika Serikat; dan Syifaa Khairunnisa dari S-1 Sastra Inggris dapat kesempatan belajar ke Palacky University Olomouc, Ceko.

Daffa mengaku senang bisa mendapat kesempatan ke luar negeri. Apalagi, perguruan tinggi tempatnya diterima merupakan salah satu kampus terbaik di Amerika Serikat. 

“Tentu ini kesempatan terbaik buat saya dan akan saya manfaatkan dengan maksimal sehingga pulang nanti membawa sesuatu yang berharga baik bagi diri saya, almamater, maupun negara,” ujar Daffa dikutip dari unesa.ac.id, Senin, 23 Mei 2022. 

Daffa bercerita kesempatan itu berawal dari informasi tentang program IISMA dari salah satu dosennya dan memintanya untuk mempersiapkan diri. Daffa dan teman-temannya langsung bergegas mencari informasi tentang program tersebut di laman atau media sosial official. 

Untuk memudahkan koordinasi, mereka yang berminat dengan program itu langsung membuat grup WA bernama IISMA Seekers. Dengan penuh harapan, Daffa tidak hanya mempersiapkan diri dari sisi kemampuan kebahasaan seperti IELTS/TOEFL/DET. 

Namun, juga mencari relasi internasional, mencari informasi dan pengalaman orang lain yang belajar ke luar negeri, dan berupaya memahami siklus dan budaya studi di luar negeri. Setelah mempersiapkan semua syarat yang ditentukan, Daffa mengikuti seleksi internal Unesa dan berhasil, lalu mendapatkan surat rekomendasi dari Bidang Akademik (Wakil Rektor 1).

Setelah pendaftaran program dibuka, Daffa kemudian mendaftar dan memilih dua kampus tujuan yaitu University of California-Davis, US, dan University of Sussex, UK. Mahasiswa asal Surabaya itu memilih dua kampus itu karena dari reputasi dan nama besarnya. 

“Lagian kan di UK dan Amerika merupakan di antara negara yang memiliki sistem pendidikan yang bagus lah, makanya tujuan saya ke sana,” cerita dia. 

Daffa mengungkapkan saat proses seleksi esai dan interview belum memberikan yang terbaik. Terlebih, nilai minimum DET di University of California-Davis, USA adalah 105, pesaing yang daftar banyak dan termasuk mahasiswa yang kompeten sehingga Daffa merasa pesimis. 

Karena dukungan semua pihak, dia memilih berjuang maksimal dan berhasil mempertahankan DET-nya dengan nilai 140. Dalam tahap esai, Daffa berhadapan dengan 4 pertanyaan yang harus dijawab maksimal 350 kata. 

Soal pertama tentang pencapaian akademik dan non-akademik selama ini dan proses mendapatkannya. Soal kedua, tentang rencana buat 'engage' ke komunitas internasional dan dalam rangka memperkenalkan Indonesia di mata dunia. 

Soal ketiga, menjelaskan hurdle/challenges/difficulties selama perkuliahan yang dialami dan bagaimana mengatasinya. Sementara itu, keempat mengenai kondisi kesehatan fisik dan mental serta bagaimana menjaga dua kesehatan tersebut. 

Daffa berhasil dan lanjut ke tahap interview yang secara garis besar menjelaskan isi dari esai yang ditulis serta memperkenalkan diri. Daffa dan dua temannya akan berangkat akhir Juli atau awal Agustus untuk mengikuti perkuliahan Critical Reasoning, Introduction to Mass Communication, Introduction to Film Studies, dan Self & Society di University of California-Davis, USA. 

Dia berharap tidak hanya mendapatkan pengalaman saja, melainkan juga berkontribusi untuk Unesa dan Indonesia. 

“Harapanku sih kontribusinya bisa dalam bentuk providing relations, insights, maupun inovasi-inovasi baru terutama di bidang jurusan dan prodi ku sendiri,” kata mahasiswa kelahiran 2002 itu.

Ada beberapa kiat Daffa mendapatkan beasiswa IISMA. Pertama, menentukan tujuan dan memperkuat tekad. Kedua, menentukan target ke depan. Dengan begitu belajar dan persiapan bisa fokus. 

Ketiga, usaha keras, cerdas dan ikhlas, termasuk dalam menambah relasi internasional. “Tentu penting juga terus meningkatkan kemampuanmu, terutama di kemahiran bahasa Inggris, karena kalian tidak hanya bersaing tingkat universitas melainkan dengan peserta seluruh Indonesia,” ucap dia. 

Program IISMA 2022 adalah salah satu program unggulan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang bertujuan memberikan hak dan kesempatan bagi mahasiswa mengembangkan kompetensi dan pengetahuan serta memberikan pengalaman studi di perguruan tinggi luar negeri. Penerima beasiswa akan belajar langsung di universitas yang terpilih selama satu semester yang dapat disetarakan hingga 20 SKS.

Baca: Terbanyak, 195 Mahasiswa UI Lolos IISMA 2022 ke 4 Benua



(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id