comscore

Dosen Muda IPB Bagikan Manfaat dan Upaya Pelestarian Serangga

Renatha Swasty - 25 Mei 2022 14:01 WIB
Dosen Muda IPB Bagikan Manfaat dan Upaya Pelestarian Serangga
Dosen muda IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Nadzirum Mubin. DOK IPB
Jakarta: Dosen muda IPB University dari Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Nadzirum Mubin berbagi informasi tentang upaya pelestarian serangga khususnya untuk bidang ethno-entomologi yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Biologi, Universitas Padjajaran (Unpad). Nadzir menjelaskan ethno-entomologi merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan serangga. 

Dia mengatakan banyak serangga menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat. Nadzir mencontohkan undur-undur (Neuroptera: Myrmeleontidae) merupakan predator, tetapi secara tradisional, undur-undur dimanfaatkan masyarakat untuk mengobati berbagai jenis penyakit
Undur-undur sering dikonsumsi sebagai obat diabetes, darah tinggi, dan gatal-gatal. “Tidak hanya terbatas dimanfaatkan secara tradisional, sudah banyak publikasi yang mengonfirmasi bahwa undur-undur ini memiliki zat tertentu sehingga dapat dimanfaatkan untuk pengobatan,” kata Nadzir dalam keterangan tertulis, Rabu, 25 Mei 2022. 

Dia menuturkan pengetahuan tradisional (traditional knowledge) lainnya juga banyak menyebut serangga dapat dimanfaatkan sebagai sumber makanan. Hal ini karena serangga mengandung protein yang sangat tinggi. 

Beberapa serangga yang dikonsumsi karena kandungan protein tinggi, yaitu ulat sagu, tepung jangkrik, botok tawon, peyek laron maupun belalang.  “Pengetahuan tradisional menjadi kunci dari pelestarian serangga tersebut sehingga serangga-serangga yang dimanfaatkan tidak tereksploitasi terlalu besar,” tutur dia. 

Namun, kata Nadzir, banyak ancaman dalam upaya pelestarian serangga. Seperti perubahan iklim, kehilangan habitat karena alih fungsi lahan, peningkatan produktivitas pertanian dengan penggunaan pestisida yang tidak bijaksana, serta perdagangan bebas serangga. 

Nadzir menyebut dari ancaman-ancaman itu dapat dicarikan solusi masing-masing. Hal yang paling banyak digunakan sekarang ialah pengenalan serangga-serangga ke anak usia dini. 

Pengenalan serangga sedari dini memberikan kesempatan anak mengenal dan menyukai serangga sejak kecil.  “Mengenalkan serangga dengan berlibur ke tempat wisata. Wisata edukasi memperkenalkan kupu-kupu, lebah, dan serangga lainnya ke anak kecil menjadikan memori si anak dapat dikenang hingga dewasa nanti,” kata dia. 

Nadzir menyebut pelestarian serangga juga dapat dilakukan dengan pertunjukan budaya atau seni. Seni wayang yang umumnya dikatakan kuno, diganti menjadi pertunjukan wayang serangga. 

“Dengan tetap memegang kesenian wayang, cerita dan wayangnya diganti topiknya dengan serangga. Sehingga serangga yang memberikan manfaat yang luar biasa dapat dikenal melalui media seni seperti wayang ini,” tutur Nadzir.

Baca: IPB Punya 3 Anggrek Jenis Baru, Salah Satunya Dinamakan Rektor IPB Arif Satria
 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id