comscore

Ikut IISMA, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pengalaman Kuliah di NTU Hingga Belajar Bahasa Isyarat

Renatha Swasty - 10 Mei 2022 16:36 WIB
Ikut IISMA, Mahasiswa Unair Ini Dapat Pengalaman Kuliah di NTU Hingga Belajar Bahasa Isyarat
Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Airlangga (Unair) Tania Ruli Natalnael. DOK Unair
Jakarta: Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Airlangga (Unair) Tania Ruli Natalnael berkesempatan kuliah di Nanyang Technological University Singapura. Tania bisa kuliah di universitas terbaik se-Asia versi QS WUR 2022 itu berkat beasiswa Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA).

Tania bercerita selama satu semester kuliah di NTU dia mendapat banyak pengalaman baru. Salah satunya, bahasa.
Awalnya, dia mengira semua warga Singapura menggunakan bahasa Inggris. Namun, bahasa yang diakui Singapura ada empat, yaitu Bahasa Inggris, Melayu, Chinese, dan Tamil.

“Jadi, wajar saja kalau ada yang tidak berbahasa Inggris. Akhirnya, saya harus paham beberapa kata yang sering dipakai, misalkan dabao (??, dibungkus),  zheli (??, makan di tempat), dan lainnya,” cerita Tania dikutip dari laman unair.ac.id, Selasa, 10 Mei 2022.

Tania juga sempat merasakan culture shock saat menyeberang jalan di zebra cross dalam perjalanan menuju kampus. Dia menyebut zebra cross di Indonesia hanya ada di dekat lampu lalu lintas.

Selain itu, penyeberang jalan harus menyeberang jalan di waktu tepat, yaitu saat jalan raya kosong atau kendaraan masih jauh.

“Di Singapura, zebra cross banyak ditemukan. Kendaraanlah yang justru harus berhenti untuk mempersilakan penyeberang jalan menyebrang," beber Tania.

Selama di NTU, mahasiswa asal Bandar Lampung itu ingin mengikuti beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM). Namun, kebanyakan UKM sudah menutup pendaftaran atau sulit menerima mahasiswa pertukaran pelajar karena membutuhkan komitmen lebih lama dari empat bulan.

“Maka dari itu saya hanya bisa mengikuti acara yang diadakan oleh UKM atau badan organisasi di NTU,” cerita dia.

Kegiatan UKM yang diikuti Tania, yakni workshop, kelas/acara outing pengenalan Singapura, dan lainnya. Salah satu workshop yang diikuti ialah Workshop Bahasa Isyarat Singapura (Singapore Sign Language, SSL).

“Saya bersama teman-teman lainnya bisa sedikit belajar SSL dan berkomunikasi secara langsung dengan Komunitas Tuli di Singapura,” cerita dia.

Tania mengaku banyak mempelajari budaya atau kultur setempat untuk dapat cepat berbaur dengan warga lokal.
Dia juga mempelajari sedikit bahasa lokal yang biasa digunakan sehari-hari.

“Warga lokal akan mengapresiasi usaha tersebut, sama seperti masyarakat Indonesia yang mengapresiasi orang asing yang mencoba berbicara dalam bahasa Indonesia,” ucap dia.

Tania menyebut tata krama yang universal juga sangat berguna. Seperti selalu memberikan senyuman. Terpenting, jangan lupa selalu berdoa agar diberi perlindungan dan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa.

Tania berterima kasih kepada Unair, khususnya Airlangga Global Engagement (AGE) yang telah banyak membantu mahasiswa awardee IISMA. Mulai bantuan dana tes kefasihan berbahasa Inggris, surat rekomendasi, pembekalan, sosialisasi, hingga kebutuhan administratif lainnya.

Baca: Cerita Alya Tembus Beasiswa IISMA dan Studi di Kota Teraman Dunia

 

(REN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id