Kisah Bripka Ever Dirikan Sekolah Sepakbola untuk Anak-anak di NTT

    Antara - 15 September 2021 13:16 WIB
    Kisah Bripka Ever Dirikan Sekolah Sepakbola untuk Anak-anak di NTT
    Ilustrasi. Medcom.id



    Kupang:  Brigadir Kepala Ever Gusriyanto Tinenti, personel Direktorat Pembinaan Masyarakat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) secara gratis untuk anak-anak di Kampung Riumata.

    Kampung Riumata salah satu permukiman warga di Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).  Pria kelahiran Dili, Timor Leste, 10 April 1988 ini, merasa terpanggil untuk mendirikan SBB bagi anak-anak yang tinggal di kampung, antara lain karena kecintaannya terhadap olahraga populer itu dan melihat bakat-bakat anak-anak terhadap sepak bola.

     



    Keikhlasanya untuk mencetak bibit unggul pemain sepak bola di Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang nampaknya patut diacungi jempol, karena sebagai langkah luar biasa.  Sebelum menjadi anggota Polri, Ever sudah hobi dan cinta dengan dunia sepak bola.

    Bahkan, setelah lulus pendidikan pada 2006, pria dengan dua anak itu sempat memperkuat Sumba Barat dalam ajang El Tari Memorial Cup. Ketika itu, dirinya ditugaskan pertama kali sebagai anggota kepolisian di Pulau Sumba.

    Selama di Sumba Barat, saking cintanya kepada sepak bola dan ingin membina pemain usia dini, dia bersama rekannya mendirikan SSB bernama Putra Sumba.  "Karena tugas, akhirnya saya ditugaskan ke Kupang, sehingga teman saya yang melanjutkan SSB itu," ujar dia.

    Kecintaan kepada sepak bola membuat dirinya tergerak lagi mendirikan SSB di tempat tugasnya, yang kemudian diberi nama SSB Putra Timor. Sasaran khususnya anak-anak di pelosok Desa Niukbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang.

    Baca juga:  Nadiem Tegaskan Sekolah Pinggiran Bisa Jadi Sekolah Penggerak

    Menurut dia, melalui SSB, bibit-bibit unggul pesepak bola di pelosok desa bisa dibina dan generasi masa depan sepak bola Kabupaten Kupang bisa dijaga.  "Semata-mata untuk mencetak bibit unggul dan menyelamatkan generasi masa depan sepak bola di Kabupaten Kupang, khususnya di desa Niukbaun," ujar dia.

    Dirinya mendirikan SSB itu pada Agustus 2019. Bersyukur karena pada awal berdirinya, tidak ada kendala.
     



    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id