• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Literasi Digital Bukan Sekadar Pengadaan Komputer

Banyak Negara Gagal Terapkan Literasi Digital

Intan Yunelia - 11 Oktober 2018 20:15 wib
Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Inovasi dan
Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta, Medcom.id/Intan Yuneliia.

Jakarta:  Penguasaan generasi muda terhadap literasi digital adalah sebuah keniscayaan.  Namun upaya menerapkan literasi digital bisa gagal total, jika salah memaknainya. 

Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta mengatakan, setiap anak harus menguasai literasi digital.  Salah satunya karena mereka hidup di dunia digital. 

Untuk itu, penguatan akan literasi digital juga mutlak dilakukan, tidak hanya terhadap para siswa, namun juga guru.  Guru harus bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, mengingat peserta didiknya adalah generasi asli penghuni era digital. 

Di mana digitalisasi bagaikan oksigen bagi anak-anak zaman now.  "Harus menguasai literasi digital, sebab guru itulah yang harus mendidikkan literasi digital kepada siswanya," kata Ananto, di sela-sela Seminar Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Untuk itu, setiap tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah harus memahami apa makna literasi digital yang sebenarnya.  Ananto mengatakan, banyak negara gagal menerapkan literasi digital kepada generasi mudanya, salah satunya karena keliru memberi makna hal tersebut.

"California, Meksiko keduanya gagal total literasi digitalnya," kata Ananto.

Baca: UB Kembangkan Pendeteksi Bencana Berbasis Android

Kebanyakan pihak memaknai literasi digital hanya sebatas mata pelajaran komputer.  Atau lebih buruk lagi, literasi digital dimaknai dengan berlomba-lomba melakukan pengadaan komputer.

"One children one tablet atau notebook, bukan, bukan itu," tegas Ananto.

Ananto menegaskan, revolusi industri 4.0 dan literasi digital lebih menekankan kepada budaya berteknologi. "Soft skills, emotional intelligence, social intelligence, empathy, critical thinking, dan kolaborasi, itu yang mendasari ke depan," terangnya.

Sebab bagaimanapun juga, revolusi industri 4.0 sebentar lagi akan berganti.  Zaman akan selalu berubah. "Yang tidak berubah itu values, jadi itulah yang harus ditanamkan pada anak-anak kita.  Jangan sampai menghasilkan lulusan yang nanti akan bertanding dengan robot. Harus jadi lulusan yang human," tegas Ananto.
(CEU)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.