Rancang Asesmen Nasional, Kemendikbud Gandeng 'Stakeholder' Pendidikan

    Ilham Pratama Putra - 07 Oktober 2020 12:30 WIB
    Rancang Asesmen Nasional, Kemendikbud Gandeng 'Stakeholder' Pendidikan
    Ilustrasi. Foto: MI
    Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menerapkan asesmen nasional (asesmen kompetensi minimum dan survei karakter) pada 2021 sebagai pengganti Ujian Nasional (UN). Guna mematangkan hal ini, pemangku kepentingan di dunia pendidikan mulai dimintakan pendapatnya dalam merancang asesmen nasional.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim mengatakan, asesmen nasional bakal mengubah paradigma pendidikan. Tepatnya pendidikan tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, namun mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil. 

    “Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia,” kata Nadiem saat Webinar Koordinasi Asesmen Nasional, Selasa 6 Oktober 2020.

    Menurutnya asesmen nasional ini sekaligus dapat memetakan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah. Asesmen nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. 

    Baca juga:  Mengupas Pasal Tentang Pendidikan di UU Cipta Kerja

    Nadiem menjelaskan, AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif, yaitu literasi dan numerasi. Kedua aspek kompetensi minimum ini, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan. 

    “Fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti penting mata pelajaran, karena justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bantuk angka atau secara kuantitatif,” jelas dia. 

    Asesmen Nasional juga menjadi alat survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik. Baik dari hasil belajar sosial maupun emosional yang berupa pilar karakter untuk mencetak profil Pelajar Pancasila. 

    “Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif,” tuturnya.

    Baca juga:  Asesmen Pengganti UN Diujikan Satu Tahun Jelang Kelulusan

    Asesmen nasional juga memuat survei lingkungan belajar. Hal ini berguna untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. 

    "Asesmen nasional pada tahun 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan.  Sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid. Kemudian hasil asesmen nasional tidak ada konsekuensinya buat sekolah, hanya pemetaan agar tahu kondisi sebenarnya,” ungkapnya.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id