Lembaga Akreditasi ASIIN Lakukan Visitasi Daring 4 Prodi di UGM

    Citra Larasati - 30 Maret 2021 18:11 WIB
    Lembaga Akreditasi ASIIN Lakukan Visitasi Daring 4 Prodi di UGM
    Kampus UGM. Foto: UGM/Humas



    Jakarta:  Universitas Gadjah mada (UGM) menerima visitasi lembaga akreditasi ASIIN, lembaga akreditasi internasional yang berpusat di Jerman dan direkognisi oleh European Quality Assurance Register (EQAR). Visitasi ini dilakukan secara daring selama empat hari, yaitu pada tanggal 22 – 25 Maret 2021.

    Visitasi ini untuk melakukan asesmen pada empat program studi sarjana, yaitu Program Studi Kehutanan, Proteksi Tanaman, Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian, serta Teknologi Hasil Perikanan.  Kepala Bagian Penjaminan Mutu Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kantor Jaminan Mutu UGM, Widya Wasityastuti menerangkan, bahwa seluruh rangkaian dan tahapan akreditasi secara umum sama dengan visitasi luring.






    Tidak terdapat perubahan cakupan visitasi maupun kualitas akreditasi.  “Hanya saja bila visitasi luring dilakukan sepanjang hari selama dua setengah hari maka visitasi daring menjadi setengah hari, namun selama empat sampai lima hari karena menyesuaikan dua zona waktu antara Jerman dan Indonesia,” terangnya.

    ASIIN merupakan lembaga akreditasi dengan 14 komite bidang ilmu, yang didirikan pada 1999 untuk memberikan rekognisi dan dukungan ahli bagi perguruan tinggi internasional dalam implementasi mutu melalui prosedur akreditasi di tingkat program studi maupun institusi.

    Widya menerangkan, persiapan oleh UGM, fakultas atau program studi yang akan divisitasi daring sudah dilakukan sejak November 2020, baik koordinasi maupun sosialisasi.  Baik yang terkait prosedur, sistem, teknologi dan jaringan pendukung.

    Fakultas dan program studi juga menyiapkan media informasi virtual berupa video, website, dan media alternatif lainnya untuk memberikan gambaran secara komprehensif,  Informasi tersebut terkait struktur kurikulum, sistem pembelajaran, laboratorium, serta sumber daya baik manusia ataupun prasarana dan sarana pendukung lainnya.

    “Dengan visitasi luring ini UGM dapat menunjukkan kapasitas institusi termasuk dukungan sistem dan teknologi yang dimiliki,” imbuhnya.

    Fakultas dan prodi secara intensif melakukan koordinasi dengan para pemangku kepentingan seperti mahasiswa, alumni, pengguna lulusan, dan mitra industri atau kerja sama lainnya sebagai bagian dari implementasi penjaminan mutu dan persiapan akreditasi.

    Baca juga:  UGM Bakal Bangun Kawasan Pusat Kepemimpinan dan Kebudayaan DIY

    Kegiatan visitasi secara daring selama tiga hari ini dilakukan melalui Zoom dan diisi dengan sejumlah pertemuan antara asesor dan manajer program ASIIN dengan pengelola maupun pemangku kepentingan dari masing-masing program studi. Dalam pertemuan ini para asesor menggali profil masing-masing prodi berdasarkan dokumen Self Assessment Report yang telah diajukan sebelumnya.

    Pada visitasi ini terdapat enam  asesor yang terlibat, yaitu Prof. Dr. Peter Spathelf dari Eberswalde University for Sustainable Development, Prof. Dr. Wolfgang Kath-Petersen dari University of Applied Sciences Köln, Prof. Dr. Mochammad Riyanto dari Institut Pertanian Bogor, Dipl.-Ing. Arthur Reinelt, dari Bavarian Forest National Park, Almansyah N. Sinatrya, R&D Manager Universal PT Tempu Rejo, serta Risaldi Wajo dari Universitas Hasanuddin.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id