Poros Pelajar Nasional Desak Jokowi Evaluasi Nadiem

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 28 Juli 2020 15:15 WIB
    Poros Pelajar Nasional Desak Jokowi Evaluasi Nadiem
    Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Aswandi. Foto: Zoom
    Jakarta:  Poros Pelajar Indonesia menilai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim belum optimal dalam upaya perbaikan pendidikan nasional, terlebih mengatasi masalah pendidikan di situasi pandemi saat ini. Untuk itu Poros Pelajar Indonesia mendesak Joko Widodo (Jokowi) segera mengevaluasi Mendikbud, Nadiem Makarim.

    “Ini bentuk kepedulian kami pelajar, evaluasi rekomendasi kami ke Pak Presiden, tapi ini tegas,” kata Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Hafizh Syafa'aturahman, dalam diskusi daring, Senin malam, 27 Juli 2020.

    Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Aswandi menyebut ada beberapa catatan terkait kebijakan Nadiem. Menurutnya ada kebijakan yang dikeluarkan mantan bos Gojek ini yang positif, tetapi ada juga yang negatif hingga menimbulkan polemik.

    Baca juga:  Susul Muhammadiyah, NU Mundur dari Organisasi Penggerak

    Salah satunya dan masih sangat hangat yakni Program Organisasi Penggerak. Proses seleksi dalam program ini dinilai tidak jelas, sehingga organisasi yang mempunyai sumbangsih untuk dunia pendidikan jauh sebelum Indonesia merdeka, yakni Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama akhirnya memutuskan mundur.

    Untuk itu, kata Aswandi, Presiden harus segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Mendikbud.  “Bukan kami mengatakan layak di reshuffle tapi lebih ke agar Pak Presiden mengevaluasi lah, punya seorang menteri diserang habis-habisan di Indonesia yang selama ini punya andil besar di dunia pendidikan nasional.  Sumbangsih yang baik kepada pendidikan jauh sebelum negara ini ada, ini bahaya,” tegasnya.

    Baca juga:  Pemberian Dana POP kepada Lembaga Filantropi Diminta Dikaji Ulang

    Ketua Umum Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Nurul Hidayatul Ummah menegaskan, bahwa Poros Pelajar tingkat pusat akan melayangkan surat peringatan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Ini sebagai salah satu upaya agar ada evaluasi dari kebijkan-kebijakan pendidikan yang dikeluarkan.

    “Memberi peringatan kepada Kemendikbud untuk bisa memberikan kebijakan, memberikan rules yang positif memihak pelajar Indonesia,” terangnya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id