FSGI: Kegiatan di Luar Sekolah Harus Diketahui Kepsek

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 24 Februari 2020 15:58 WIB
    FSGI: Kegiatan di Luar Sekolah Harus Diketahui Kepsek
    Penyisiran di sungai Sempor mencari korban hanyut siswa SMPN 1 Turi. Foto: ANT/Andreas Fitri Atmoko
    Jakarta:  Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) memandang insiden susur sungai SMPN 1 Turi, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta seharusnya tidak terjadi jika koordinasi dilakukan dengan benar.  Namun sayangnya, kegiatan tersebut justru terkesan dilakukan tanpa adanya perencanaan, bahkan digelar tanpa sepengetahuan kepala sekolah.

    Wakil Sekretaris Jenderal FSGI, Satriwan Salim mengatakan, kegiatan susur sungai yang dilaksanakan di sungai Sempor dan melibatkan 257 siswa SMPN 1 Turi itu harusnya direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik.  Setiap kegiatan di luar sekolah juga harus diketahui tak hanya panitia pelaksana kegiatan, namun juga guru hingga kepala sekolah.

    Namun sayangnya, kata Satriwan, kepala sekolah justru mengaku tidak tahu ada kegiatan yang akhirnya menewaskan 10 siswanya tersebut.

    “(Insiden) tidak akan terjadi jika ada perencanaan, komunikasi, dan kontrol dari kepala sekolah sebagai pimpinan. Ini enggak ada, kok enggak tahu, berarti enggak ada perencanaan, mestinya tahu,” terang Satriwan kepada Medcom.id, Jakarta, Senin, 24 Februari 2020.

    Selain itu menurutnya, sikap yang ditunjukkan pembina Pramuka ketika diingatkan oleh warga bahwa kondisi cuaca kurang aman pun tidak elok. Terkesan meremehkan. Menurutnya dalam kegiatan seperti itu warga harusnya dilibatkan karena lebih mengetahui kondisi medan.

    “Meremehkan sehingga teguran dihiraukan,“ kata Satriwan.

    Baca juga: Nadiem Instruksikan Investigasi Kasus Susur Sungai SMPN I Turi

    Terkait manajemen risiko, Satriwan mengatakan, seharusnya kepala sekolah ikut terjun langsung dan bisa cepat mengambil keputusan ketika memang kondisi tidak memungkinkan.  Apalagi agenda tersebut melibatkan banyak siswa.

    “Mestinya kontrol melekat di kepala sekolah, bahkan harusnya ikut. Kepala sekolah mestinya arif, paham kapan sekolah memberhentikan kegiatan risiko tinggi, kapan risiko rendah, polanya sudah mengerti, saya meyakini ini kurang koordinasi,  kurang kontrol, tidak memutuskan dengan cepat,” tegasnya.

    Sebelumnya diberitakan 10 dari 257 siswa SMPN 1 Turi Sleman meninggal dunia terbawa arus sungai ketika melakukan kegiatan Pramuka, yaitu susur sungai di sungai Sempor.  Pihak kepolisian telah menetapkan IYA pembina sekaligus guru SMPN 1 Turi sebagai tersangka.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id