Tiga Prioritas Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 26 Maret 2020 22:30 WIB
    Tiga Prioritas Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19
    Menristek/Kepala BRIN, Bambang Brodjonegoro. Foto: Dok. Kemenristek
    Jakarta:  Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 yang dibentuk oleh Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mempunyai tiga prioritas kegiatan. Tiga prioritas tersebut terbagi menjadi jangka pendek, menengah, dan panjang.

    Menristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro menyampaikan, bahwa konsorsium yang dibentuk untuk membantu Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 ini akan berfokus pada Penelitian, Pengembangan, Pengkajian dan Penerapan (Litbang Jirap) untuk berbagai aspek dari penanganan virus Korona.

    “Dalam jangka pendek yang paling penting adalah kita mencoba melakukan review atau telaah yang lebih dalam mengenai bahan makanan ataupun bahan-bahan lain yang diperkirakan bisa meningkatkan daya tahan tubuh manusia atau meningkatkan imunitas kita,” kata Bambang dalam konferensi pers secara daring, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Baca juga:  Kemenristek Bentuk Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19

    Selain itu, prioritas jangka pendek juga mencakup pengembangan Alat Pelindung Diri (APD). Seperti masker, hand sanitizer, sterilization chamber

    “Kita juga akan mengembangkan prototipe yang nanti akan diproduksi lebih luas dari disinfektan chamber. desinfektan chamber prototipenya sudah disiapkan atau sudah dibuat oleh ITB (Institut Teknologi Bandung) dan mungkin akan dilengkapi dengan ozon sebagai zat yang melakukan disinfektan tersebut oleh LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia),” jelasnya.

    Ia berharap purwarupa itu dapat segera diproduksi massal dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan.  “Kita harapkan prototipe itu bisa diproduksi dalam jumlah besar dan diberikan ke tempat-tempat atau pihak-pihak yang membutuhkan,” terangnya.

    Prioritas menengah atau kedua, yakni berfokus pada pengembangan dan pengkajian Rapid Test Kit untuk covid-19.  Baik untuk deteksi awal maupun deteksi akhir.

    “Saat ini, dengan dipimpin BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi), Kita akan fokus pada pengembangan dari test kit ini. Baik yang dikembangkan sendiri maupun yang dengan mempelajari atau melakukan kaji terap terhadap test kit yang sudah ada di luar negeri sehingga kita bisa memproduksi test kit sendiri yang sudah tentu memperhatikan konteks ke-Indonesiaan,” jelasnya.

    Baca juga:  Menristek: Indonesia Harus Bisa Produksi Vaksin Korona Sendiri

    Selain itu, fokus kedua juga terkait pengembangan suplemen, multivitamin, dan immune modulator dari berbagai tanaman Indonesia, salah satunya jambu biji. Kemudian pengembangan robot layanan (service robot) untuk ruangan dengan infeksi coronavirus yang tinggi, smart infusion pump untuk memasukkan obat dalam tubuh pasien terinfeksi virus korona. 

    Prioritas ketiga dari Konsorsium covid-19 adalah Prioritas Jangka Panjang yang berfokus pada pengkajian dan pengembangan obat dan vaksin. Termasuk avigan, chloroquin, kina, dan sebagainya.



    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    HOT ISSUE

    MORE
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id