Legislator Minta Tidak Ada Dikotomi Sekolah Swasta dan Negeri

    Muhammad Syahrul Ramadhan - 13 Mei 2020 10:10 WIB
    Legislator Minta Tidak Ada Dikotomi Sekolah Swasta dan Negeri
    Ilustrasi. Foto: MI/Adi Kristiadi
    Jakarta: Anggota Komisi X DPR, Ferdiansyah meminta tidak ada lagi dikotomi antara sekolah swasta dan sekolah negeri.  Sebab selama ini, sekolah swasta juga memiliki peran penting dalam sektor pendidikan di Tanah Air. 

    "Artinya apa, jika sekolah negeri mendapatkan bantuan sekian rupiah, paling tidak sekolah swasta juga mendapatkan bantuan mendekati angka itu," ujar Ferdiansyah dalam FGD Peran Swasta dalam Cetak Biru Pendidikan, Jakarta, Selasa, 12 Mei 2020.

    Menurut Ferdiansyah, selama ini sekolah swasta kurang mendapatkan bantuan dari pemerintah. Data menyebutkan, dari 3,4 persen anggaran pendidikan dari PDB, hanya 0,4 persen anggaran saja yang digunakan untuk sekolah swasta. Sisanya bantuan diberikan kepada sekolah negeri.

    Baca juga:  Cetak Biru Pendidikan Diminta Atur Ulang Posisi Sekolah Swasta

    Untuk itu, kata dia, harus ada Undang-Undang yang mengatur secara jelas tentang ini. Karena dalam praktiknya di lapangan, seperti ada pengklasteran kewenangan pemerintah pusat dan daerah.

    “Sehingga ada penafsiran yang kadang-kadang tidak sama, tidak seragam antara pemangku kepentingan, menganggap ini (sekolah swasta) tidak berhak mendapatkan (bantuan) karena bukan bagian,” ujarnya.

    Hal serupa juga terjadi di pendidikan tinggi.  Menurut Ferdiansyah, potensi perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sangat besar.  Tapi sering kali karena keterbatasan APBN justru menghambat potensi tersebut.

    Padahal sama dengan sekolah swasta, peran perguruan tinggi swasta juga sangat penting. “Jangan sampai keterbatasan APBN menghalangi peningkatan mutu dan daya saing perguruan tinggi swasta maupun negeri.  Pendidikan ini kan harus ada peran swasta juga,” ujarnya.

    Karena itu, kata Ferdiansyah, lembaga pendidikan swasta yang sudah berkontribusi untuk pendidikan harusnya diapresiasi. Sementara untuk yang belum bisa didorong agar lebih terlibat di dalam membantu sektor pendidikan. 

    Salah satu bantuan untuk swasta misalnya, dapat dilakukan melalui pengurangan pajak perusahaan yang ikut andil dalam pendidikan. Namun kekinian ungkapnya masih belum mendapatkan respons positif dari pihak swasta.

    “Bisa menjadi pengurangan, tax deductible bagi perusahaan, lembaga yang menyumbangkan dunia pendidikan bisa dihitung sebagai dasar pengurangan pajak,” terangnya.

    (CEU)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id