Kemendikbud: Sistem 'Ijon' Siswa SMK Selaras dengan 'Pernikahan Massal'

    Antara - 14 September 2020 21:35 WIB
    Kemendikbud: Sistem 'Ijon' Siswa SMK Selaras dengan 'Pernikahan Massal'
    Kerja sama pemerintah provinsi Jawa Tengah dengan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang didalamnya termasuk pengembangan sistem "ijon" siswa SMK di Jawa Tengah. Foto: Dok. Kemendikbud
    Jakarta:  Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Wikan Sakarinto mengatakan konsep meng-ijon siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) selaras dengan kebijakan "pernikahan massal".

    "Sistem ijon merupakan perwujudan konsep cerdas dan taktis yang merangkum minimal empat strategi dasar 'pernikahan massal' yang diharmonisasikan dengan pemaknaan kearifan lokal yang mudah dipahami dan dicerna oleh seluruh pihak dan pemangku kepentingan," ujar Wikan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 14  September 2020.

    Wikan mengapresiasi kerja sama pemerintah provinsi Jawa Tengah dengan Kawasan Industri Kendal (KIK) yang di dalamnya termasuk pengembangan sistem "ijon" siswa SMK.

    "Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya bagi seluruh pimpinan pemerintah provinsi yang turut mempercepat implementasi tuntas kebijakan dan gerakan "pernikahan massal" dunia pendidikan dengan dunia industri serta dunia kerja (IDUKA)," tambah dia.

    Baca juga:  Mahasiswa Vokasi UI Peringkat ke-3 Pilmapres Nasional 2020

    Dia menambahkan, sistem "ijon" yang didorong agar terwujud di KIK sangat selaras dengan beberapa strategi dasar "pernikahan massal" yang dilakukan bersama oleh satuan pendidikan vokasi dengan IDUKA.  Yaitu sinkronisasi kurikulum, menghadirkan guru atau tamu dari kalangan industri minimal 50 jam per prodi dalam setiap semesternya, program magang atau prakerin minimal satu semester di IDUKA, serta uji kompetensi atau sertifikasi kompetensi bagi seluruh lulusan vokasi, dan bagi guru dan dosen vokasi.

    Wikan berharap sinergi semua pemangku kepentingan akan mempercepat dampak positif dan signifikan dari pernikagan massal, sehingga dapat melahirkan lulusan vokasi yang kompeten dan unggul.  "Lulusan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan IDUKA akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan bangsa," tegasnya.

    Ia menambahkan, "pernikahan massal" akan menguntungkan seluruh pihak, khususnya pihak IDUKA, serta masa depan dan karier lulusan di dunia kerja.

    (CEU)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id